Mobil, News

Gubernur Jakarta Batasi Usia Mobil, Apa Kata APM?

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melalui Instruksi Gubernur (InGub) DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara, bakal melarang penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta yang berusia di atas 10 tahun.

Meski begitu, aturan baru ini baru akan diterapkan pada tahun 2025, dan Anies akan melakukan koordinasi dengan Pemerintahan Kota (Pemkot) sekitar kota Jakarta.

“Ini ancang-ancang dari sekarang, pasti akan koordinasi, pasti nanti akan ada pengaturan,” ujar Anies di Balai Kota, Jumat (2/8/2019), seperti ditulis dalam Suara.com.

Bakal diterapkan aturan ini bukan tanpa alas an, menurut Anies bahwa kendaraan yang masuk ke Jakarta tidak hanya berasal dari ibu kota.

Anies meminta kepada masyarakat mempersiapkan untuk menaati peraturan tersebut. Ia berharap nantinya pada tahun 2025 di Jakarta hanya kendaraan yang berusia di bawah 10 tahun yang bisa beroperasi.

“Jadi pada tahun 2025 kita punya periode waktu 6 tahun,” pungkasnya.

Baca juga

Dalam Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara, mobil juga harus melewati uji emisi.

“Memperketat ketentuan uji emisi selusu kendaraan pribadi mulai pada tahun 2019 dan memastikan tidak ada kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 tahun yang dapat beroperasi di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2025,” kata Anies dalam Ingub tersebut.

Apa kata APM?

Beberapa pihak menyatakan setuju dengan wacana ini. Salah satunya dating dari PT Toyota Astra Motor (TAM), selaku agen pemegang merek (APM) mobil merek Toyota di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto, dalam pesan singkat yang diterima detikcom.

Baca juga

“Kami (Toyota) menghargai Instruksi Gubernur Jakarta ini untuk mengontrol tingkat udara segar (atau kondisi baik). Dan pastinya sudah ada kajian terlebih dahulu mengenai hal ini,” katanya.

Soerjo menambahkan jika hal ini sejalan dengan semangat Toyota untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik melalui mobilitas dengan memanfaatkan banyak teknologi ramah lingkungan untuk mencegah emisi tinggi dan polusi.

Nah, gimana menurut Kawan Parjo?

Related Posts

Tinggalkan Balasan