Mobil, News

Meski Tertutup, Ini Bahayanya Polusi di Kabin Mobil

Pernahkah Kawan Parjo berfikit soal bahaya di dalam kabin mobil? Pasalnya, saat ini anggapan kabin mobil akan aman dari polusi ketika semua jendela tertutup ternyata tak sepenuhnya benar.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Atmospheric Environment, menunjukkan bahwa kabin mobil mengandung beberapa partikel berbahaya dengan kadar yang boleh dibilang sangat tinggi.

Artinya sob, temuan ini menunjukkan bahwa polusi di dalam kabin mobil berpotensi dapat menyebabkan stres oksidatif hingga memicu berkembangnya banyak penyakit. Termasuk penyakit pernapasan, jantung, kanker, dan beberapa jenis penyakit otak (neuro-degeneratif).

Kesimpulan tersebut di atas diperoleh peneliti ketika menggunakan alat khusus pengukur sampel yang dihubungkan ke kursi penumpang mobil.

Hasilnya, perangkat pengujian mendeteksi 2 kali lebih banyak partikel di dalam kabin kendaraan ketimbang ruangan terbuka. Partikel berbahaya tersebut mengalir dari luar kabin ke dalam kabin melalui saluran AC.

Baca juga

Percobaan Berbagai Jenis Mobil

Percobaan teranyar, seperti dijabarkan The Telegraph, para peneliti melakukan tes kemampuan sistem pada 11 jenis mobil yang mampu memurnikan udara yang masuk.

Dalam catatan mereka, Toyota C-HR memiliki kinerja sistem terburuk dengan hanya mampu memblokir satu persen polusi. Sementara VW Polo dan Ford Fiesta memiliki catatan lebih baik, mampu melebur 35 persen dan 40 persen.

Pada merek lain, seperti Jaguar E-Pace mampu menyaring 43 persen polusi, VW Touran (59 persen), dan kemampuan Astra Vauxhall yang memblokir 83 persen.

Sementara untuk model Mercedes E-Class dicatat mampu memurnikan hingga 90 persen dari udara yang masuk. Hal itu menunjukkan kalau teknologi yang ada pada mobil tersebut mampu melindungi penumpang secara substansial.

Baca juga

Tak Adanya Standar Pemerintah

Dalam pengujian laboratorium, perbedaan ini terjadi karena tidak adanya standar dari pemerintah yang mengatur sistem penyaringan udara untuk kabin kendaraan.

Ia menyimpulkan, jika pengendara yang memiliki anak-anak dengan penyakit asma atau kondisi lain, maka tak ada jaminan apakah mereka akan terlindungi atau tidak.

Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) Uni Eropa mengkonfirmasi bahwa kurangnya regulasi terkait polusi dalam kabin membuat manufaktur menggunakan spesifikasi filter yang mereka inginkan tanpa batasan.

Meski begitu, VW mengungkapkan bahwa kendaraannya akan dilengkapi dengan sensor partikulat pada beberapa filter untuk menghilangkan partikel pada beberapa model mobil mereka di masa mendatang.

Sementara itu Toyota Inggris, mengaku, tidak menyadari masalah polusi yang ditemukan hasil Emission Analytics tersebut dan cukup terkejut dengan hasil penelitian.

Related Posts

Tinggalkan Balasan