Mobil, News

Nasib Taksi Online Akibat Ganjil-Genap

taksi online ganjil genap

Kawan Parjo, pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluaskan area ganjil genap (gage) untuk mobil pribadi. Dari sebelumnya hanya 9 titik, kini menjadi 25 titik dengan bertambahnya 16 ruas jalan baru.

Kebijakan ini pun kembali menuai pro-kontra, terutama bagi pengendara taksi online yang mengoperasikan mobil dengan pelat hitam atau umum.

Ketika ditanyakan soal ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Budi Setiyadi, mengatakan, pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan Pemprov DKI.

“Saya kurang tahu Pak Menteri kemarin bilangnya apa, tapi memang ada pembicaraan agar taksi online dibebaskan.” Kata Budi pada Kompas.com.

Minggu ini, sambung Budi, pihaknya akan membahas dengan semua pihak, termasuk Pemprov dan Dishub juga karena mereka yang punya kepentingan terkait hal ini.

Baca juga

Diberikan Tanda Khusus

Menurut pantauan Budi, para pengendara taksi online saat ini di Jakarta memang cukup banyak jumlahnya.

Dengan mengandalkan mobil pribadi untuk mencari nafkah serta adanya pembatasan pelat nomor ganjil genap, pastinya akan memberikan dampak.

Budi menjelaskan, bila berdasarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019, di sana memang tertulis jelas bahwa lajur ganjil-genap dibebaskan hanya untuk kendaraan umum.

Sementara untuk ketentuan yang terkait dengan taksi online tidak ada penjabaran detailnya.

“Kalau taksi online ini memang ada umumnya dan tidak umumnya juga, tapi termasuk dalam transportasi bermotor tidak dalam trayek.”

“Pastinya akan saya bahas dulu apa yang benar-benar menjadi keinginan pak menteri lalu akan kita diskusikan bersama seperti apa nanti baiknya. Apakah dibedakan pakai stiker atau bagaimana, nanti kita infokan lagi,” ujar Budi.

Budi Karya Sumadi menjadi salah satu orang yang memberikan pendapat dan berkeinginan agar Pemprov DKI melalui Dishub membebaskan taksi online untuk beroperasi di titik-titik ganjil-genap.

Menhub juga meminta agar taksi online disamakan dengan taksi konvensional, hanya saja harus menggunakan atribut atau tanda khusus sebagai pembeda dengan kendaraan pribadi lainnya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan