Event, Mobil, Motor, News

Tanpa SIM, Siapkan Rp1 Juta untuk Denda Tilang Operasi Patuh Jaya 2019

Bagi Kawan Parjo terutama yang tinggal di sekitaran Jakarta dan rutin mengemudi, ada baiknya mulai membiasakan disiplin berlalu lintas dan keselamatan berkendara.

Terlebih tiga hari lagi, tepatnya mulai 29 Agustus hingga 11 September 2019, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya bakal menggelar Operasi Patuh Jaya dengan sanksi pelanggaran yang bukan ringan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, denda atau tilang yang disahkan DPR pada 22 Juni 2009 itu kini naik sepuluh kali lipat. Terbaru, jumlahnya di kisaran Rp250 ribu hingga mencapai Rp1 juta.

Baca juga

Denda Terbesar Tidak Punya SIM

Menukil laman resmi Polisi Republik Indonesia, denda terbesar dikenakan terhadap pengendara yang tidak memiliki SIM (surat izin mengemudi). Yakni pidana kurungan 4 bulan atau denda maksimal Rp 1juta sesuai pasal 281.

Lalu, jika Kawan Prajo punya SIM tapi lupa membawa atau tidak bisa menunjukan pada polisi saat operasi berlangsung, maka dibebankan pidana penjara paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000 sesuai pasal 288 ayat 2.

Pengendara juga bakal dikenakan pidana paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000 jika melanggar setidaknya 4 ketentuan.

Yaitu tidak memasang plat nomor (pasal 280), mengabaikan rambu lalu lintas (pasal 287 ayat 1), mengemudi kurang dari atau melebihi batas kecepatan (pasal 287 ayat 5), dan tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan semisal STNK (pasal 288 ayat 1).

Denda untuk Mobil

Selain itu, pengendara mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis layak jalan macam spion, bumper dan lampu bakal didenda Rp500 ribu (Pasal 285 ayat 2). Sementara pelanggaran serupa oleh sepeda motor dikenakan denda Rp250.000 (Pasal 285 ayat 1).

Selebihnya, seluruh pengendara nakal bakal dipenjara paling lama sebulan atau denda Rp250.000 jika berkemudi tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari atau kondisi tertentu (Pasal 291 ayat 1), dan akan berbelok atau balik arah tanpa memberi isyarat lampu (pasal 294).

Sanksi sama juga berlaku untuk pengendara mobil tanpa perlengkapan keselamatan semisal ban cadangan atau segitiga pengaman (pasal 278), dan tidak mengenakan sabuk keselamatan (pasal 289).

Begitu pula bagi pengendara atau penumpang sepeda motor yang enggan menggunakan helm standar nasional (pasal 291 ayat 1) .

Khusus sepeda motor, wajib menyalakan lampu utama pada siang hari untuk menghindari sanksi penjara paling lama 15 hari atau denda Rp100.000 (Pasal 293 ayat 2).

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, razia besar-besaran kali ini memprioritaskan pelanggar yang melawan arus, berkendara di bawah umur, dan kendaraan yang memasang rotator atau sirene.

Namun, pihak kepolisian juga berjanji menindak tegas para pengemudi yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas ketika operasi berlangsung.

Related Posts

Tinggalkan Balasan