Motor, News

Skutik Masih Kuasai Penjualan Sepeda Motor

Motor tipe skutik alias skuter matik sampai saat ini masih menguasai pasar lokal dengan permintaan mencapai 86 persen saban tahunnya.

Sedikit gambaran, selama 7 bulan sejak Januari sampai Juli 2019 saja telah terdistribusi sebanyak 3.753.271 unit sepeda motor untuk pasar domestik Indonesia.

Jika dibandingkan kurun waktu sama antara Januari – Juli 2018, angkanya menanjak 4,36 persen. Kok bisa ya?

Baca juga

Menurut Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersil Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) , tren motor skutik  ditunjang oleh perkembangan masyarakat ekonomi menengah.

Di satu sisi, lanjut Sigit, konsumen saat ini menggemari  sepeda motor segmen medium high yang bodi kendaraannya cenderung besar.

Meski begitu, konsumen masa kini juga punya pertimbangan lebih terhadap motor skutik jenis lain lantaran infrastruktur yang tersedia sudah semakin mendukung.

“Seiring perkembangan infrastruktur (jalan) yang terawat. Dahulu permintaan motor pertimbangannya ground clearance tinggi karena jalan rusak dan menantang, sekarang memilih skutik yang rendah ground clearance-nya karena jalan sudah bagus,” ujar Sigit.

Gaya Hidup Juga Berperan

Menambahkan pernyataan Sigit, Robby Gozal,  Public Relation PT Piaggio Indonesia, menilai permintaan skutik yang tinggi tadi juga ada hubungannya dengan gaya hidup.

Kata dia, skutik begitu diminati karena fungsi awalnya yang hanya sebagai moda transportasi semata kini sudah bergeser.

“Market sudah mulai makin menerima skutik premium yang dulu moda transportasi roda dua hanya dianggap sebagai moda transportasi saja, sekarang ini added valuenya semakin banyak termasuk lifestyle, pride, fitur makin beragam, dan lain-lain,” papar Robby.

Foto: oto.com

Robby sendiri mengaku pihaknya enggan disebut sebagai pelopor tren skutik, terutama di kategori premium yang belakangan ini juga tumbuh subur. Sebaliknya, mereka hanya konsisten menjalankan strategi pemasaran yang sejak awal sudah punya market atau segmentasi sendiri.

“Kita nggak bilang seperti itu (pelopor), tapi bisa dibilang mungkin sebelum Vespa masuk sudah banyak skuter yang bermain, pelan-pelan harga naik dengan fitur,” tandas Robby.

Lantaran alasan-alasan tadi, Sigit mengaku tak heran bila permintaan skutik yang tinggi telah menciptakan persaingan di antara para produsen dan Agen Pemegang Merek (APM) motor kini semakin ketat.

Buktinya, sekarang banyak bermunculan model skutik anyar yang bukan cuma mengetren di kota-kota besar, tapi juga menyasar berbagai daerah di Indonesia. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan