Mobil, News

2020 Indonesia Bakal Punya Fasilitas Uji Tipe dan Uji Tabrak

Selain membangun fasilitas uji tipe kendaraan listrik atau proving ground, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai tahun depan juga berencana membangun laboratorium uji tabrak alias crash test.

Kedua fasilitas itu diharapkan bisa sama-sama beroperasi tahun 2021. Untuk lokasi, rencananya bakal bertempat di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di kawasan Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

“Proyeknya nanti yang mengerjakan swasta, tapi ini masih dalam tahap pembicaraan seperti apa,” ujar Direktur Sarana Perhubungan Darat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Sigit Irfansyah kepada Kompas.com, Minggu (1/9/2019).

Baru Uji Internal

Saat ini memang ada banyak industri otomotif besar yang memproduksi berbagai produk mobilnya di Tanah Air. Namun, kebanyakan pengujian hanya dilakukan secara internal dan sejauh ini belum ada yang memiliki fasilitas uji tabrak.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan akan ada dua wacana yang disiapkan untuk teknis pengujian. Pertama dari pihak Kemenhub, sedangkan yang kedua boleh dilakukan sendiri oleh pihak pabrikan melalui sistem sewa.

Baca juga

Regulasi Uji Tipe Kendaraan Listrik Rampung Bulan Depan

Di tempat terpisah, Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, mengatakan rancangan Peraturan Menteri Perhubungan untuk regulasi uji tipe kendaraan listrik kini sedang dipercepat.

Hal ini guna memenuhi syarat teknis dan layak supaya kendaraan listrik bisa segera mengaspal di jalan raya sebagaimana Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019 .

“Ada dua regulasi yang kita sedang percepat. Bulan depan sudah selesai yang uji tipe, kalau yang uji berkala mungkin kita akan menyusun lagi. Mungkin untuk disahkan pak menteri perhubungan bisa sampai 3 bulanan,” terang Budi.

Sementara ini, sebelum fasilitas pengujian benar-benar dibangun dan beroperasi, Budi mengungkap regulasi uji tipe akan menyangkut masalah kinerja baterai akumulator. Seperti kita tahu, kinerja baterai masih mengandalkan pengujian negara pembuatan.

Dengan demikian, begitu fasilitas uji tipe siap, nantinya kendaraan listrik di Indonesia bakal punya sertifikasi dan tidak tergantung lagi soal kinerja baterai.

Meski begitu, terkait teknis lainnya semisal sistem pengujian dan apakah fasilitas uji tabrak bakal dijadikan salah satu syarat uji layak kendaraan, Sigit menyebut seluruhnya masih dalam proses kajian. (man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan