Mobil, Motor, News

Puluhan Ribu Pelanggar Kena Tilang Operasi Patuh Jaya 2019

Sejak digelar pada 29 Agustus lalu, Operasi Patuh Jaya 2019 yang dihelat Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya sudah berhasil menindak puluhan ribu pelanggar.

Tepatnya, di hari keempat pelaksanannya saja (1/9) sudah ada 6.829 pengendara mobil dan motor yang kena tilang dari total 27.169 pengendara nakal.

Angka itu meningkat sebanyak 35 persen dibandingkan periode sama tahun 2018, yang di hari keempat jumlahnya hanya 5.057 kendaraan.

” Lebih tinggi dari tahun lalu, tapi untuk jumlah teguran berkurang dari 5.534 menjadi 2.386 saja,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir dikutip dari Kompas.com.

Baca juga

Pelanggaran Terbesar

Dari jumlah pelanggaran pada hari keempat tersebut, sepeda motor masih menjadi penyumbang terbesar lalu lintas. Yaitu mencapai 1.779 unit dengan jenis pelanggaran terbanyak adalah melawan arus.

Sementara  untuk mobil pribadi jumlah pelanggarannya hanya 149 unit. Rinciannya pelanggar menggunakan strobo sebanyak dua kendaraan, 46 menggunakan ponsel saat berkendara, dan 101 tak pakai sabuk pengaman.

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama

Sebagai catatan, jumlah pelanggaran yang sudah disebutkan tadi hanya mencakup tujuh jenis pelanggaran yang memang ditarget oleh polisi.

Di luar itu, bila diakumulasi secara keseluruhan khusus di hari keempat saja, jumlah pelanggaran sepeda motor mencapai 4.781 unit. Sementara untuk mobil pribadi 1.566 unit atau naik 40 persen dibandingkan data Operasi Patuh Jaya tahun lalu.

Pelanggaran lalu lintas oleh jenis kendaraan lain juga ikut mengalami kenaikan. Untuk bus naik sebesar 248 persen dengan jumlah 367 pelanggaran, sedangkan dengan jumlah sama, mobil barang naik 115 persen.

Baca juga

Seperti dikabarkan sebelumnya, Operasi Patuh Jaya yang dihelat hingga 11 September 2019 ini menyoroti 7 pelanggaran.

Tiga yang menjadi prioritas utama, yakni berkendara melawan arus, menggunakan sirine atau strobo tidak pada peruntukannya, serta pengemudi di bawah umur atau yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Sisanya, target operasi menyasar pelanggar yang pakai ponsel saat mengemudi, tidak menggunakan helm SNI, pakai narkoba atau minuman keras, dan berkendara melebihi atau kurang dari batas kecepatan. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan