Mobil, Tips

Tips Terhindar dari Tabrakan Beruntun

Tabrakan beruntun terjadi di ruas Cipularang KM 91, Tol Purbaleunyi arah Jakarta, Senin (2/9) siang. Insiden maut itu merenggut 8 nyawa dengan korban luka berat maupun ringan sekira 28 orang.

Dikutip dari berbagai sumber, dugaan awal penyebab kecelakaan adalah dump truck yang tiba-tiba terguling dan mengakibatkan total 21 kendaraan, yaitu 7 truk, 12 kendaraan pribadi dan 2 bus terlibat tabrakan beruntun, bahkan sampai terbakar.

Belajar dari kasus tersebut, meski celaka kadang sulit terelakkan, Kawan Parjo yang berada dalam situasi serupa itu sebetulnya masih bisa menghindar. Berikut tips dari para ahli keselamatan berkendara.

Waspada dan Beri Jarak

Adrianto Sugiarto Abadi, pakar safety riding yang juga Instruktur IDDC menggungkapkan pentingnya memberi jarak aman dengan kendaraan di depan.

“Jalan tol yang padat seperti tol Cikampek, tol dalam kota dan sebagainya, jumlah mobil sangat banyak dengan kecepatan yang bervariasi, maka dari itu perlu ekstra waspada,” saran Adrianto.

Senada, Andry Berlianto, instruktur Rifat Drive Labs menambahkan bahwa tabrakan beruntun paling sering terjadi karena minimnya keahlian pengemudi untuk menghindar.

Baca juga

Perhatikan Batas Kecepatan

Agar selamat, lanjut Adrianto, antara kecepatan mobil dan jarak aman dengan kendaraan di depan perlu disesuaikan. Ini memperkecil risiko jika pengemudi tidak siap atau tidak sempat mengantisipasi perlambatan kendaraan lain secara mendadak.

Kuncinya, semakin tinggi kecepatan mobil, semakin jauh dan lebar pula jarak dari kendaraan lain untuk mempermudah pengereman.

“Berpegang pada batas maksimal kecepatan, tidak dalam kondisi lelah atau mengantuk yang mengubah decision saat terjadi kejadian darurat,” sambung Andry.

Pahami Teknik defensive driving

Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu bilang, untuk menghindari adanya objek bergerak yang menyeberang dan menghalangi lintasan, pengemudi harus melakukan pencegahan dengan mengetahui cara defensive driving. Yakni mengantisipasi dan menganalisa peluang kecelakaan lewat kemungkinan terburuk.

Singkatnya, sekalipun jalan kosong, “Jangan pernah berpikir ‘Anda boleh rileks’. Karena jalan raya tidak pernah aman,”ujarnya.

Cara pertama, jelas Jusri, menghindar dan berhenti atau memperlambat laju mobil sebelum mendekati objek yang melintas.

Kedua, karena berhenti bisa saja membuat mobil belakang menubruk, dan menghindar di kecepatan tinggi mobil bisa terbalik, maka cek bahaya lainnya yang tidak terlihat yaitu di belakang dan samping.

“Kalau belakang aman, boleh kita ngerem. Kalau di belakang tidak aman, karena ada mobil dan lainnya, maka yang perlu kita lakukan adalah perlahan dan menghindar,” jelas Jusri.

Terakhir, jangan panik dan perlambat laju mobil sambil menyalakan lampu hazard. (man)

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan