Mobil, Motor, News

Bagaimana Mengurus Denda Kena Tilang Elektronik?

Sejak resmi diberlakukan, banyak sudah pengendara nakal yang terjerat Tilang Elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Bahkan, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf (4/9/19), mengusulkan agar jumlah dan fitur kamera E-TLE ditambah lantaran efektif menindak pelanggaran lalu lintas, terutama ganjil-genap.

Untuk saat ini, kamera E-TLE baru terpasang pada 12 titik di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. Lantas, bagaimana caranya mengurus denda jika terkena tilang?

Mendapat Surat Konfirmasi

Tak berbeda jauh dari tilang biasa yang dilakukan oleh petugas kepolisian, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Nasir, mengatakan hal pertama yang perlu dipastikan adalah pelanggar mendapat surat konfirmasi.

Surat konfirmasi pelanggaran ini setidaknya dikirim tiga hari setelah terjadi pelanggaran.

Baca juga

Datang ke Posko E-TLE

Setelah mendapat surat konfirmasi, Pelanggar harus datang ke posko ETLE untuk identifikasi. Hal ini diperlukan untuk mengonfirmasi apakah benar kendaraannya lah yang direkam oleh kamera tersebut.

“Jika benar, pengendara akan dikenakan tilang seperti penindakan di lapangan biasa,” kata Kompol Nasir.

Sebaliknya, lanjut dia, jika pemilik kendaraan abai dalam melakukan konfirmasi atau pelaporan dalam kurun waktu yang ditentukan—biasanya sekitar 3 hari—, maka Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bakal diblokir sampai si pelanggar itu mengaktifkannya kembali lewat mengurus tilang.

Risikonya lumayan berat. “Dia tidak bisa membayar pajak dan lain sebagainya yang berkaitan dengan STNK,” catatnya.

Mematuhi Prosedur Pembayaran

Bagi pelanggar yang sudah mengonfirmasi dan membenarkan tindak pelanggarannya, kemudian hanya perlu melakukan prosedur membayar denda. Pembayaran bisa dilakukan lewat bank ataupun mengikuti sidang di tempat yang ditunjuk.

Catatannya, denda baru bisa dibayarkan setelah disuruh.

“Pelanggar ini boleh ikut sidang atau tidak mengikutinya dengan cara membayar melalui perbankan sesuai nominal denda yang diminta,” tutup Kompol Nasir. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan