Komunitas, Kustom, Motor, News

Mengintip Motor Kustom Listrik di IEMS 2019

Tak hanya dimeriahkan kendaraan listrik buatan berbagai APM dan pabrikan, Indonesia Electric Motor Show ( IEMS) 2019 juga memajang motor listrik kustom besutan komunitas pencinta otomotif.

Satu yang menarik adalah Komunitas Sepeda/Motor listrik  atau disingkat Kosmik. Dalam ajang pamer kendaraan listrik pertama di Indonesia ini, Kosmik menggondol lima motor yang seluruhnya hasil modifikasi.

Bahkan, usai acara pembukaan Menko Maritim Luhut Binsar Panjatian pun sempat mengunjungi area pamer motor listrik modifikasi Kosmik dan bertanya soal kecepatan kelima motor tersebut, meski tidak lama.

“Kami awalnya berdiri dari grup mailing di Yahoo, sekarang kami basisnya di grup Facebook,” kisah Hendro Sutono, salah seorang member Kosmik, Rabu (4/9/2019).

Lanjut dia, karena anggota komunitas ini cukup banyak, mereka kemudian diajak penyelenggra IEMS 2019 untuk ikut berpartisipasi.

Baca juga

Honda Dax Jadi Primadona

Dari lima motor modifikasi yang diusung Kosmik, salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Honda Dax. Motor ini sudah disempali mesin listrik buatan sendiri. Selain tampilannya terbilang unik, Honda Dax memang sudah kesohor sebagai mini bike incaran para kolektor.

“Nah kalau yang ini kita bikin, tapi dari mesin (motor listrik),” ujar Hendro memperkenalkan Honda Dax kustom.

“Kontroler dan baterainya itu beli. Buatan China. Menariknya itu dia sudah siap pakai atau Plug and Play. jadi tidak banyak perubahan,” tambahnya.

Bukan cuma Honda Dax bertenaga listrik, motor kustom lainnya yang turut mencuri perhatian adalah buatan Acas Custom. Motor ini dimodifikasi sedemikian rupa dengan mengambil bentuk ala BMW R27, tapi memperlihatkan tampilan ala zaman dulu lantaran masih menggunakan cat dasar.

“Ya ini kita bikin sendiri, dari rangka dan lain-lain,” tutur Hendro.

Meski bentukannya jadul sama sekali tak ada yang perlu diragukan soal tenaga. “Motor listriknya berkekuatan 5.000 Watt, baterainya bukan lithium ion tapi silk liquid acid. Masih teknologi lama. Untuk top speed jujur kita belum coba. Tapi 80 kpj tembus,” pungkas Hendro. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan