Mobil, Motor, News

Viral Pemutihan SIM Cuma Hoax

Kabar viral pemutihan SIM yang bakal diberlakukan sebagai syarat membuat Smart SIM ternyata cuma Hoax. Hal itu ditegaskan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Refdi Andri.

Kronologi Hoax

Sejak sepekan lalu, pihak kepolisian mulai mengenalkan SIM anyar multifungsi bernama Smart SIM yang salah satunya berfungsi sebagai e-money. Rencananya Smart SIM bakal dirilis secara bertahap di seluruh Indonesia pada 22 September 2019 mendatang.

Nah, Rupanya ada pihak yang memanfaatkan informasi baru tersebut untuk mengarang berita bohong.

Bersamaan dengan munculnya informasi Smart SIM,  beredar kabar bahwa untuk mendapatkan Smart SIM perlu dilakukan Pemutihan SIM (Surat Izin Mengemudi) yang sudah lewat masa berlakunya alias mati tanpa perlu tes lagi.

Tak hanya itu, disebutkan pula bahwa pemutihan SIM dan pembuatan SIM baru berlaku mulai 25 Agustus 2019.

Kabar hoax yang diunggah ke Faceboook pada Jumat (30/8) tersebut kemudian tersiar sampai viral di media sosial lainnya seperti Instagram, Twitter, dan bahkan aplikasi WhatsApp.

Mengutip berbagai sumber, ternyata kabar hoax tersebut diunggah ke Facebook oleh pengguna berinisial OCL. Unggahan dilengkapi keterangan serta foto tampak depan dan belakang Smart SIM. Bahkan, sang pengunggah meminta masyarakat untuk menyebarluaskan isi pesan tersebut yang dikatakannya berlaku di seluruh Indonesia.

Tanggapan Kepolisian

Sebagaimana telah disebutkan di atas, Refdi mewakili pihak kepolisian menegaskan bahwa informasi itu hoax dan akan segera diklarifikasi.

Ia menjelaskan, sejauh ini pihak kepolisian cuma melayani perpanjangan serta pembuatan SIM. Kedua pelayanan itu, termasuk pembuatan SIM baru, mekanismenya sudah jelas diatur Peraturan Kapolri (Perkap) No.9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

Jadi, sama sekali tak ada soal pemutihan.

Kemudian, soal pembuatan Smart SIM ketentuannnya masih sama dengan mekanisme perpanjangan dan pembuatan SIM yang sudah diberlakukan sebelumnya.

Tak ada perubahan sama sekali dari segi persyaratan hingga besaran PBB yang dikenakan pada masyarakat.

Intinya, jika SIM sudah melampaui masa berlaku atau kedaluwarsa, maka sang pemilik harus membuat ulang SIM. Prosesnya tentu saja harus mengikuti seluruh tahap tes SIM yang berarti bakal sama dengan pembuatan SIM pertama kali.

Di antaranya harus menyiapkan dokumen, is formulir, mengikuti tes tulis serta berkendara, dan usai dinyatakan lulus bakal diminta sidik jari, pas foto terbaru dan tanda tangan. Barulah setelah itu SIM baru diterbitkan. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan