Kustom, Motor, Tips

Tips Aman Ganti Ukuran Ban Motor

tips ganti ukuran ban

Kendati modifikasi ukuran ban sudah lazim di kalangan bikers, mengganti ban motor terutama supaya lebih besar dari ukuran standar tetap gak bisa asal-asalan.

Selain kelihatan lebih gambot dan kekar, ban besar memang memberi keuntungan performa lebih tinggi dengan daya cengkeram makin mantap dan tentu lebih nyaman dipakai.

Sayangnya, ukuran ban yang gak tepat juga bisa mengundang malapetaka. Mulai dari tarikan jadi lebih berat dan manuver gak selincah sebelumnya, sampai memengaruhi kinerja komponen lain yang ujungnya merusak motor.

Sebab itu, cari aman sebelum mengganti ukuran ban sangat penting. Yuk, simak tipsnya.

Perhatikan Lebar Pelek

Penggantian ban yang lebih besar utamanya ditentukan oleh ukuran lebar pelek. Jika ban diganti dengan yang lebih besar sedangkan peleknya kecil, maka ban itu bakal ketarik atau biasa disebut ban donat.

Ban donat ini gak disarankan karena memperbesar potensi terjadinya sliding akibat daya cakramnya berkurang.

Baca juga

Selisih Ideal Lebar Pelek

Supaya gak terjadi sliding, antara lebar pelek dan nomor ban mesti proporsional. Ini bisa ditentukan dari perbandingan selisihnya. Biasanya paling aman naik dua tingkat, gak lebih.

Misal,  pelek standar selebar 2,75 inci berarti standar bannya berukuran 3 inci. Palik mentok di ukuran maksimal ban 3,25 inci atau setara 100/90.

Perhitungkan Kaki-kaki

Intinya, terkait ukuran pelek tadi, ganti ban itu juga perlu memperhitungkan masalah kaki-kaki. Di samping lebar procket, salah satu yang gak kalah penting adalah memperhatikan lebar swing arm.

Modifikator dianjurkan pakai swing arm custom supaya posisinya gak mentok alias sesuai dengan ukuran ban.

Pastikan Rantai Aman

Jarak antara bibir terluar ban dengan rantai juga perlu mendapat perhatian. Intinya cukup pastikan ukuran ban tidak sampai mengenai rantai, apalagi bergesekan dengan sokbreker layaknya pada banyak motor skutik.

Baca juga

Sesuaikan dengan Kantong

Bicara efisiensi biaya, disarankan tetap menggunakan bawaan pabrikan. Karena beberapa ubahan dan jenis ban justru mengeluarkan kocek lebih besar ketimbang mengganti ban standar.

Jika mau modifikasi, cukup tingkatkan dari segi kualitas dan konstruksinya saja. Misalnya mengubah ban jadi radial atau tubeless.

Nah, bila Kawan Parjo menginginkan ukuran ban yang lebih tinggi lagi juga boleh-boleh saja. Syaratnya, harus siap sedia biaya lebih.

Selain ukuran pelek wajib diganti jadi lebih lebar, pengeluaran biasanya membengkak lantaran harus beli gear, arm, dan komponen lainnya juga. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan