Mobil, News

Kamera E-TLE di Jalur Busway Bakal Dirahasiakan

kamera e-tle di jalur busway

Mulai Bulan depan, Polri bekerjasama dengan PT TransJakarta berencana memasang kamera Tilang elektronik atau electronic law enforcement (E-TLE) di 12 dari 13 koridor busway. Namun, penempatannya bakal dirahasiakan dari publik.

Berdasarkan keterangan TransJakarta, kerjasama pemasangan kamera E-TLE tersebut sudah mencapai tahap penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Baca juga

Demi Kesadaran Berkendara

Terkait titik penempatan kamera E-TLE, Direktur Utama PT TransJakarta, Agung Wicaksono, mengatakan tak akan membeberkannya ke publik.

Menurut dia, jauh lebih baik jika kamera dirahasiakan terletak di titik mana dan jalur mana. Ini akan menciptakan kesadaran berkendara dengan sendirinya, ketika pengemudi hanya tahu bahwa benar ada kamera di jalur Busway.

Lokasi Pemasangan Masih Dikaji

Lebih lanjut, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir, mengungkap bahwa untuk saat ini titik-titik pemasangan kamera masih dalam penyesuaian karena penempatannya tak bisa sembarangan.

Bagaimanapun, kamera E-TLE akan berfungsi sebagai “mata” polisi dalam menindak.  Itu kenapa lokasi pemasangan perlu disurvei dan dikaji terlebih dulu oleh para ahli, begitu juga dengan jaringan fiber optiknya.

Yang jelas, lanjut Nasir, instalasi E-TLE ditargetkan rampung akhir September ini, dan penertiban tilang bisa dimulai per 1 Oktober 2019.

Nantinya pelaksanaan tilang E-TLE akan menggunakan kamera yang terintregasi dan dikelola oleh managemen TMC Polda Metro Jaya, tanpa ada sosialisasi lagi.

Sterilisasi Kendaraan Nakal

Menurut Agung, pengadaan kamera E-TLE ini bertujuan mencegah dan menindak pengendara nakal yang masuk jalur Busway.

Di satu sisi, kata dia, penggunaan E-TLE sangat efektif dalam mengurangi kemacetan, sekaligus meningkatkan kelancaran dan ketertiban laju Busway maupun lalu lintas secara umum.

Apalagi, E-TLE mampu memberikan akurasi pencatatan pelanggaran secara nyata sehingga bukti pelanggaran tak bisa dielakkan.

Baca juga

Evaluasi Data Menurun

Di sisi lain, ungkap Agung, data evaluasi tahun 2016 sampai 2018 menunjukkan sterilisasi kendaraan di jalur Busway grafiknya menurun dari 55 persen menjadi 51 persen.

Penurunan serupa ini bisa berdampak pada ketepatan waktu kedatangan busway sekaligus kenyamanan pelanggan.

Sebab itu, ia berharap seiring dengan kemajuan teknologi dan prinsip transportasi 4.0, nantinya kebijakan ini bisa menimbulkan efek jera pada pelanggar, pun meningkatkan keamanan dan keselamatan jalan raya.

Lebih dari itu, ia juga berharap penerapan E-TLE bisa kembali ke mandat awalnya. Yakni jalur kusus yang steril 100 persen dari kendaraan apapun, demi keamanan dan kenyamanan warga DKI dalam memanfaatkan transpotasi publik. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan