Mobil, News

Kendaraan yang Boleh Melintasi Jalur Busway

kendaraan yang boleh melintasi jalur busway

Sesuai peraturan yang berlaku, ada 3 jenis kendaraan yang boleh melintasi jalur Busway. Yakni Ambulans, mobil pemadam kebakaran dan mobil dinas berpelat RI. Ketiganya merupakan kendaraan yang memiliki tugas khusus dan terikat masa dinas.

Meski begitu, pemerintah juga menetapkan syarat dan pengecualian tertentu. Seperti apa?

Baca juga

Bersifat Darurat

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusuf, kendaraan dengan tugas khusus yang boleh melintasi jalur Busway itu hanyalah yang sifatnya darurat dan menjadi diskresi petugas kepolisian.

Artinya, tetap tak bisa sembarangan.

Misal, mobil pemadam kebakaran cuma boleh melintasi jalur busway jika sedang menuju lokasi terjadinya kebakaran.

Lalu untuk ambulans, boleh meringkas jalan pakai jalur busway jika mengangkut pasien gawat darurat.

Nah, bila yang dibawa adalah jenazah, maka sifatnya bukan emergency lagi dan seharusnya tidak perlu memutuskan mengambil jalur Busway.

Pengecualian Bersifat Situasional

Bila merunut ketentuan, tak ada yang boleh masuk dan melintasi jalur busway. Baik itu kendaraan VVIP termasuk mobil pejabat negara asing yang jadi tamu negara, pun mobil kepolisian dan TNI.

Kecuali, sifatnya situasional tergantung kebutuhan kenegaraan—bukan pribadi—yang mendesak. Diskresi untuk pengecualian ini diputuskan oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Aturan Melintasi Jalur Busway

Jalur busway berfungsi khusus agar bus berjalan cepat dan lancar sehingga perlu steril dari mobil dan motor.

Larangan  dan sanksi bagi penerobos jalur tertera dalam sejumlah peraturan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya.

Pertama, dalam Pasal 90 ayat (1) Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi, disebutkan bahwa setiap jenis kendaraan selain Busway dilarang mempergunakaan Jalur tersebut.

Sanksi bagi pelanggar diatur dalam pasal 253, yaitu berupa pidana paling lama 2 bulan dan/atau denda maksimal Rp50 juta.

Kedua, merujuk Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007, Pasal 2 ayat (7), ditegaskan bahwa seluruh kendaraan bermotor baik roda dua atau lebih, dilarang memasuki jalur Busway.

Pelanggar akan dikenakan sanksi yang tertera dalam pasal 61 ayat (3). Yaitu pidana kurungan paling singkat 30 hari dan paling lama 180 hari, serta denda paling kecil Rp5 juta dan paling banyak Rp50 juta.

Baca juga

Denda Rp500 Ribu

Adapun secara garis besar, sesuai pasal 287 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengemudi yang nakal menerobos jalur Busway bakal ditilang dengan denda maksimal Rp500 ribu. Aturan inilah yang paling sering diterapkan.

Di luar itu, pengecualian untuk 3 kendaraan yang diperbolehkan melintasi jalur Busway merupakan perubahan peraturan yang mulai diterapkan per 13 Juni 2016. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan