Mobil, Motor, News, Tips

Penyebab Kecelakaan Fatal Menurut Pakar

penyebab kecelakaan fatal

Kecelakaan tunggal berakibat fatal kembali terjadi Di Tol Jagorawi, Jawa Barat, Minggu pagi (15/9/2019). Diduga karena pecah ban, tiga dari 9 penumpang dalam Suzuki APV dengan nomor polisi F 1196 DH itu meninggal di tempat.

Sementara 3 lainnya luka berat dan sisanya luka ringan. Bercermin dari kasus tersebut, ada baiknya bagi kita memahami lagi penyebab kecelakaan fatal bisa terjadi.

Baca juga

Penyebab Utama

Ajun Komisaris Polisi (AKP) Indira menyebutkan, penyebab kecelakaan fatal di jalan setidaknya ada tiga. Dua yang paling sering adalah ketidaklayakan kendaraan dan human error atau kesalahan manusia.

Sementara penyebab lainnya, adalah faktor jalan yang tidak memenuhi syarat seperti jalan berlubang apalagi jika ditambah cuaca ekstrem, dan ulah pengendara lain.

Faktor Human Error Mendominasi

Meski begitu, Rifat Sungkar, Duta Keselamatan Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan yang juga pereli nasional, mengatakan, 85 persen kecelakaan di jalan raya terjadi karena human error.

Ini berkaitan dengan ketidaksiapan fisik, buruknya kemampuan mengemudi dan kelalaian pengendara mengabaikan peraturan lalu lintas.

Setuju, Kepala Seksi Kemitraan Korlantas Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Aldo Siahaan mengungkap setidaknya 6 penyebab kecelakaan lantas akibat human error.

Pertama, mengantuk. Kedua, melaju dengan kecepatan tinggi.  Dan ketiga, distracted driving atau melakukan kegiatan yang menggangu konsentrasi berkendara. Misal, berkendara sambil mengoperasikan ponsel, atau sembari minum dan makan.

Tiga penyebab ini  sama-sama berpengaruh paling besar terhadap konsentrasi menyetir. Akibatnya, kemampuan membaca keadaan sekitar menurun, pun jadi kurang tanggap dan tidak sempat bereaksi terhadap keselamatan.

Lalu keempat, tidak memperhatikan rambu dan marka jalan. Kelima, emosi tidak stabil terutama jika pelajar di bawah umur bawa kendaraan,

Terakhir, perilaku melanggar lalu lintas. Terutama berkendara melawan arus, berbelok tanpa memberi sein atau melihat kondisi jalan, menerobos lampu merah, dan berkendara dalam kondisi mabuk (alkohol atau obat).

Rem blong, Pecah Ban, dan Penyebab Lain Cuma Pemicu

Menurut Aldo yang juga disepakati pakar lainnya, seringkali seluruh penyebab kecelakaan sebetulnya hanyalah pemicu yang berasal dari human error.

Pecah ban, misalnya. Menurut Senior Manager Bussines Support Sales Replacement PT GajahTunggal Tbk, Aries Abdullah, paling utama karena ban kekurangan udara, atau kondisi ban aus.

Lalu kasus rem blong yang banyak terjadi pada kendaraan besar belakangan ini, lebih sering terjadi karena kendaraan kelebihan muatan, atau pengendara dinilai abai terhadap pertanda rem bermasalah sejak awal. Misalnya ketika pedal rem ngeplos atau terlalu berat saat diinjak.

Namun, sebagai sumber kecelakaan, penyebab-penyebab itu mestinya bisa dihindari jika kondisi seluruh komponen kendaraan dicek sebelum berangkat, pun tidak sembarangan memodifikasi kendaraan tanpa memperhitungkan perihal keselamatan.

Bahkan, khususnya untuk kendaraan umum pengangkut penumpang serta kendaraan niaga pengangkut barang, syarat kelayakan jalan ditentukan uji KIR berkala tiap 6 bulan sekali. Artinya jika bermasalah, seharusnya tidak lolos uji KIR.

Baca juga

Pentingnya Menjaga Jarak Aman

Kemudian di luar kecelakaan fatal yang sama sekali tak bisa terelakkan, ada kalanya dalam hitungan sepersekian detik pengendara sebetulnya masih memiliki peluang memperhitungkan cara menghindar.

Ini hanya bisa terjadi andai sejak awal pengendara lebih perhatian pada kondisi sekitar, dan paling penting selalu menjaga jarak aman.

Maka itu, untuk memastikan penyebab kecelakaan sesungguhnya, tim kepolisian mesti melakukan uji TKP menggunakan Traffic Accident Analysis. Ini semacam analisis ilmiah untuk menentukan penyebab tunggal atau ada penyebab lainnya. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan