Mobil, Motor, News, Tips

Tekan Polusi, Jangan Sering Pakai Kendaraan Pribadi

polusi kendaraan pribadi

Demi meminimalisasi polusi udara, pengamat menganjurkan agar masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Jabodetabek mulai mengurangi pemakaian kendaraan pribadi.

Dari 91 kota besar di seluruh dunia, DKI Jakarta mewakili Indonesia konsisten bercokol di urutan 5 besar sebagai kota paling terpolusi versi AirVisual.

Indeks Kualitas udara (AQI) di Jakarta per Senin (16/9/2019) pukul 07:30 WIB tercatat terburuk ketiga di dunia dengan AQI 161 atau tidak sehat.

Catatan ini jauh lebih buruk dari 3 hari sebelumnya yang juga terbilang tidak sehat. Data AQI menunjukkan bahwa semakin rendah nilainya, udara semakin sehat.

Bercermin dari fakta itu, founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menyebut warga Indonesia terutama Jakarta dan sekitarnya perlu memiliki tanggung jawab moral atas pekatnya polutan di Tanah Air.

Baca juga

Pernyataan Jusri tak salah. Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menunjukkan 70 persen polusi udara disumbang kendaraan bermotor dan 60 persen di antaranya berasal dari kendaraan pribadi. Khususnya sepeda motor (44 persen).

Menurut Jusri, berkendara bukan hanya soal aspek keselamatan lalu lintas semata, tapi juga kontribusi perilaku. Demi perbaikan kualitas udara, ada sejumlah perilaku yang wajib diubah. Apa saja?

Perhatikan Kualitas Bahan Bakar

Saran Jusri, pilih kualitas bahan bakar yang baik dan lebih sedikit polusi seperti bahan bakar tanpa timbal atau yang beroktan tinggi macam Pertalite dan Pertamax.

Jangan Enggan Mematikan Mesin

Ketika mobil berhenti cukup lama, alih-alih dibiarkan menyala terus, alangkah lebih baik membiasakan mematikan mesin agar tak menyumbang polusi. Misal, saat menunggu orang di stasiun atau pusat keramaian lainnya.

Jangan Kelamaan Memanaskan Kendaraan

Jusri juga mengimbau agar tak kelamaan memanaskan mesin kendaraan. Di kendaraan kekinian yang sudah berteknologi canggih proses memanaskan cukup 2-3 menit saja, bukan lagi sampai setengah jam.

Baca juga

Pakai Kendaraan Pribadi Seperlunya

Kata Jusri, mulailah mengurangi penggunaan mobil dan motor pribadi  kecuali benar-benar perlu. Opsi lain, lebih bijak menggunakan transportasi publik yang dianggap nyaman.

Pun jika perlu naik mobil, sebaiknya hindari bawa sendiri atau berbagi saja dengan orang dekat. Jadi satu mobil bisa terisi penuh penumpang.

Inti dari semua, tutup Jusri, jangan sering pakai kendaraan pribadi. “Kita melakukan gerakan mengurangi jumlah kendaraan di jalan,” pungkasnya. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan