Mobil, Motor, News

Abai Bayar Pajak Kendaraan, Siap-siap Ditilang

abai bayar pajak ditilang

Bagi Kawan Parjo pemilik kendaraan bermotor yang sudah menunggak pajak dan belum berniat melakukan pelunasan, mulai sekarang mesti siap-siap ditilang.

Pasalnya, mulai tahun ini bakal muncul peraturan baru yang berlaku nasional.

Isinya selain meniadakan opsi pemutihan, seluruh mobil atau motor yang menunggak pajak dengan total 7 tahun—termasuk 2 tahun masa registrasi ulang setelah habis berlaku STNK–, maka data surat tanda nomor kendaraan (STNK)-nya bakal dihapus dan gak bisa diaktifkan lagi.

Dengan kata lain, kendaraan itu gak lagi legal jalan untuk selamanya karena bakal berstatus bodong.

Baca juga

2,2 Juta Kendaraan Menunggak Pajak

Untuk diketahui, salah satu faktor pemicu keluarnya peraturan baru ini lantaran prilaku masyarakat yang terbiasa abai bayar pajak. Padahal, menunggak pajak bukan cuma merugikan diri sendiri, tapi juga negara.

Di DKI Jakarta saja, menurut data Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD),ada 2 juta kendaraan bermotor yang menunggak pajak. Mirisnya, lebih dari 1.500 kendaraan adalah mobil dan sepeda motor mewah.

Jika dihitung, jumlah tunggakan roda empat mencapai Rp800 miliar, sedangkan untuk roda dua dan tiga paling besar. Seluruhnya mencapai Rp 1,6 triliun.

Sosialisasi Lewat Razia

Maka itu, sebelum kendaraan penunggak pajak telanjur jadi barang rongsok, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya berencana melakukan sosialisasi dengan memperketat razia kendaraan yang belum bayar pajak tiap pekan.

Tujuannya agar pengguna kendaraan taat pajak dan gak telat lagi bayar pajak.

Kebijakan itu bukan sekadar wacana, melainkan sudah diatur dalam pasal 70 ayat 2 Undang-Undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Isinya, seperti dijelaskan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir, menekankan pada legalitas STNK dan hak polisi untuk menilang.

Artinya, jika pemilik kendaraan abai bayar pajak tiap tahun dan per lima tahun, maka pajak kendaraannya mati dan STNK tidak bisa deregister. Nah, STNK yang tidak berlaku alias mati itu nantinya bakal ditilang.

Baca juga

Ada Keringanan

Meski begitu, Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sumardji juga menyampaikan sejumlah keringanan.

Sebelum kendaraan gak bisa didaftar ulang dan berstatus bodong, polisi bakal lebih dulu memberi surat peringatan setiap satu bulan sekali ke alamat penunggak pajak kendaraan yang terdaftar.

Apabila terus-menerus gak ada respons, barulah polisi punya wewenang menghapus data kendaraan tersebut.

Kabar baiknya, sampai 30 Desember mendatang BPRD sudah memberi keringanan lain berupa diskon bayar pajak.

Yakni potongan 50 persen untuk bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) dan pajak kendaraan bermotor ( PKB) sejak tahun 2012 ke bawah, serta potongan 25 persen pokok pajak bagi yang menunggak PKB dan BBN-KB sejak 2013-2016. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan