Tips

Jangan Panik, Lakukan Langkah Ini Saat Pecah Ban

panik pecah ban

Kondisi di jalan gak ada yang tahu. Buat Kawan Parjo yang mendadak mengalami pecah ban saat berkendara, alih-alih termakan panik lebih baik mengingat beberapa langkah ini biar tetap selamat.

Tetap Injak Gas, Bukan Mengerem

Pecah ban pasti bikin kaget. Tapi jangan sampai terbawa panik supaya tetap fokus. Andai sobat gampang panikan, Fachrul Rozi, Customer Engineering Support PT Michelin Indonesia, punya solusinya.

Rozi menyarankan pengemudi khususnya yang panik atau latah untuk menenangkan diri sambil tetap melaju.

Jadi, ketimbang  mengerem lebih baik tetap injak gas. Gak perlu menginjak dalam, tapi cukup tambah gas sedikit.

Kenapa begitu?

Rozi menjelaskan, ketika ban pecah, gaya tarik samping jadi lebih besar dibandingkan gaya tarik depan. Kondisi ini menyebabkan setir jadi lebih berat lantaran bodi kendaraan mengikuti arah pecah ban.

Nah, tambahan gas bisa membantu menciptakan gaya tarik ke depan sehingga kendaraan lebih seimbang dan beban ban gak teralu berat .

Meski begitu, jangan juga berlama-lama menekan gas. Perlu diingat bahwa cara ini cuma untuk menetralisir rasa panik, menyelarakan kondisi dan memahami situasi. Misalnya buat merasa-rasa ban sebelah mana yang pecah.

Lantas, kenapa tak boleh Mengerem?

Mengerem Bikin Mobil Terguling

Para ahli sepakat bahwa rem mendadak saat pecah ban  bisa membuat mobil oleng dan akhirnya terguling.

Bercermin dari apa yang terjadi saat pecah ban tadi, ketika rem diinjak dan mobil melambat, gaya tarik samping juga makin membesar karena bobot mobil cenderung pindah ke depan.

Alhasil, pengemudi yang gak siap dan gak sanggup menahan setir sekuat tenaga pasti kewalahan.

Baca juga

Kurangi Kecepatan Perlahan

Maka itu,jika sudah lebih tenang, segera kurangi kecepatan perlahan-lahan. Ingat, jangan mengurangi kecepatan dengan mengerem, jangan pula melepas gas tiba-tiba.

Cara yang benar, kata Sony Susmana, Direktur Safety Defensive Driving Indonesia, lepas gas dan kopling pelan-pelan sambil menurunkan gigi. Jangan lupa juga lakukan counter steering.

Misalkan pecah ban kiri berarti setir berat ke kiri, maka sebaiknya kita counter ke kanan.

Bila situasi sudah lebih terkendali, tepikan kendaraan di tempat aman lalu segera ganti ban.

Efek Pecah Ban Depan Lebih Parah

Sony mencatat bahwa efek pecah ban depan biasanya lebih parah dibanding ban belakang yang situasinya relatif lebih terkendali. Bahkan ada kalanya pecah ban belakang sama sekali gak terasa.

Di luar itu, sebetulnya pecah ban di tengah jalan bisa dicegah. Begitu pula kecelakaan yang mungkin terjadi ketika ban pecah.

Baca juga

Kiat Pencegahan

Kata Soni, kecelakaan bisa dihindari hanya jika mobil melaju di kecepatan 55 kilometer per jam saat pecah ban. Di atas itu agak susah dikendalikan.

Langkah di atas, sebut dia, sebetulnya lebih fungsional buat situasi pecah ban dalam kecepatan tinggi. Meski agak sulit, tapi layak dicoba.

Selain itu, Rozy mengimbau agar pengemudi selalu menjaga kondisi tekanan angin sesuai petunjuk pabrikan. Menurut dia, ban lebih aman kelebihan daripada kekurangan angin. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan