Mobil, News

Tilang Elektronik Segera Diterapkan di Jalan Tol

tilang elektronik tol

Mulai bulan depan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya bersama PT Jasa Marga bakal menerapkan perluasan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement ( ETLE) di jalan tol.

Baru Berlaku di DKI

Untuk tahap awal, tilang elektronik hanya akan diberlakukan di ruas jalan bebas hambatan yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, alias di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Namun, target ke depan rencananya juga akan diterapkan di setiap jalan tol seluruh Indonesia.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengungkapkan, untuk saat ini pemasangan ETLE pun masih dalam proses.

Keperluan teknis dan fitur kamera sedang dalam tahap disinkronkan sesuai kebutuhan.

Baca juga

Bakal Menindak Pelanggar Batas Kecepatan

Namun yang pasti, ujar Nasir, jenis penindakan pelanggaran di jalan tol akan sedikit berbeda dari sebelumnya.

Tilang Elektronik di jalan bebas hambatan wilayah DKI nantinya berfokus pada kendaraan yang melanggar batas kecepatan dari yang sudah ditentukan.

Dengan kata lain, fungsi kamera tilang lebih diperuntukkan mendeteksi kecepatan tiap kendaraan yang melintas.

Non Plat B Juga Ditindak

Tak tanggung-tanggung, tilang elektronik ini juga berlaku untuk seluruh kendaraan baik yang berplat B atau berasal dari daerah lainnya.

Jadi berbeda dengan penerapan tilang elektronik khusus plat B seperti berlaku di Jalan Sudirman-Thamrin.

Nasir menekankan, aturan soal batas kecepatan kendaraan di jalan Tol tersebut diperketat demi meningkatkan kesadaran lebih tertib berlalu lintas, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di jalan Tol yang belakangan kerap terjadi.

Baca juga

Teknis dan Jenis Pelanggaran Masih Sama

Selebihnya, sambung Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazrulrrahman, penerapan tilang elektronik masih sama seperti yang sudah dilakukan sebelumnya di beberapa ruas jalan non-tol.

Di antaranya, pelanggar bakal ditindak jika tidak menggunakan sabuk pengaman atau seatbelt, mengemudi sambil mengoperasikan ponsel, serta mengabaikan marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas.

Di luar semua, Arif berharap kebijakan baru ini bakal segera berlaku setidaknya per 3 Oktober 2019. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan