Mobil, Motor, Tips

Tips Aman Berkendara di Tengah Kabut Asap

berkendara di tengah kabut asap

Sebagian wilayah di Pulau Kalimantan dan Sumatera tengah diteror kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi ini bukan cuma berdampak pada aktivitas masyarakat, tapi juga mengancam keselamatan perjalanan lantaran jarak pandang terbatas. Agar berkendara tetap aman, berikut tips dari para ahli.

Tentukan Waktu Perjalanan

Jusri Pulubuhu, instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), menyarankan menentukan waktu perjalanan ketika titik-titik asap sedang berkurang intensitasnya.

“Misal asap cenderung naik di siang hari, maka itu pilih perjalanan di pagi hari,” sarannya.

Namun, ia tidak menyarankan berkendara malam hari di daerah berkabut asap karena gelap semakin memperkecil visibilitas.

Baca juga

Jangan Mengemudi Saat Kabut Ekstrem

Jika belum berangkat, baiknya urung mengemudi ketika muncul kabut tebal. Bila di tengah perjalanan, lebih bijak menepi dulu di tempat yang aman

Menurut Sony Susmana, Direktur Pelatihan Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), kabut tebal dan ekstrem ditandai dengan  jarak pandang maksimal hanya 25 meter.

Pakai Masker

Agus Sani, Head Of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati (WMS), mewajibkan seluruh pengendara menggunakan masker ketika bepergian.

Khusus pemotor, kata dia, mesti jauh lebih apik  dengan menggunakan masker tebal berikut peralatan safety reading lengkap untuk mencegah penyakit saluran pernapasan.

Kemudian bagi pengendara mobil sebaiknya tidak membuka kaca atau menyerap udara dari luar. Sebisa mungkin menghirup udara di area kabin saja.

Jaga Jarak Aman, Kurangi Kecepatan

Kata Sony, semakin rendah kecepatan semakin lebar visibilitas dan semakin besar ruang aman yang ada di sekeliling kendaraan.

Begitu pula, semakin jauh jarak, semakin baik dalam membaca potensi bahaya dan mampu mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Terutama yang berasal dari depan.

Untuk jarak terbaik, cukup sesuaikan saja dengan kemampuan mata, usia, dan kesehatan dalam menangkap objek di depan.

Siang Hari Tak Perlu Pakai Hazard, Bunyikan Klakson

Jusri bilang, alat komunikasi di jalan dengan sesama pengendara lain yang paling efektif ketika terjadi kabut adalah bunyi-bunyian.

Ia menganjurkan sering-sering membunyikan klakson sebagai isyarat bahwa ada kita di situ. Sebaliknya, ia tidak menyarankan pengendara di tengah kabut asap mengandalkan komunikasi lewat pencahayaan semata.

Bahkan tidak perlu juga  menyalakan lampu hazard di siang hari karena kondisi kabut tidak akan tembus cahaya.

Meski begitu, tambah Sony dan Agus, menyalakan lampu kecil atau besar tetap diperlukan untuk kebutuhan pribadi, terutama saat gelap.Tambahan cahaya kuning dari sein juga baik dalam kondisi malam berkabut.

Baca juga

Fokus Ke Depan

Seluruh ahli sepakat bahwa fokus merupakan kunci keamanan berkendara. Fokus membantu mempercepat pengambilan keputusan akibat terjadi sesuatu yang mendadak, pun mempermudah membaca rambu lalu lintas maupun tanda di sekeliling. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan