Kustom, Mobil, Motor, News, Tips

Awas! Sembarang Modif Kelistrikan Rentan Kebakaran

modifikasi sistem kelistrikan

Sembarang modifikasi sistem kelistrikan mobil dan motor bisa bikin aki cepat tekor lantaran konsumsi listrik berlebih. Bahkan saking riskannya bisa rentan korslet sampai kebakaran.

Penyebab Kebakaran Terbesar

Data PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menunjukkan, modifikasi kelistrikan mobil merupakan penyebab kebakaran dengan persentase terbesar.

Untuk sepeda motor, data survei serupa juga diperlihatkan PT Astra Honda Motor.

Maka itu, para ahli sepakat gak menganjurkan memodifikasi sistem kelistrikan sendirian, tapi menyerahkan pada profesional berpengalaman.

Baca juga

Bagaimana modif kelistrikan bisa bikin kebakaran?

Adanya bahan bakar, kelistrikan dan percikan yang menghasilkan panas bakal berpotensi memicu kebakaran.

Tiga Faktor utamanya akibat kelistrikan diubah-ubah, seperti memasang aksesori tambahan atau mengganti bawaan pabrikan secara sembrono.

Lalu penambahan daya tanpa memperhitungkan beban di komponen lain, dan faktor eksternal akibat kecerobohan.

Sebab, kendaraan dalam keadaan standar sebetulnya nyaris gak mungkin mengalami kebakaran karena sudah dilengkapi fuse atau sekring sebagai pelindung dari perkara arus listrik.

Tiap pabrikan pun punya standar tersendiri  yang tentu sudah melewati berbagai rangkaian pengujian keamanan.

8 Tips Aman Modifikasi Sistem Kelistrikan

Buat yang bersikukuh memodifikasi sendiri, ada tips aman dari para ahli. Catatannya, begitu selesai modif wajib melakukan pengecekan berkala ke bengkel setidaknya tiga bulan sekali.

Pertama, ketahui dulu berapa pengisian dari kiprok atau regulator kendaraan menggunakan alat ukur voltmeter.

Kedua, setelah diukur pertimbangkan pengeluaran beban kelistrikan biar gak tekor. Paling sering, beban berlebih muncul dari penggantian komponen headlamp yang daya lazimnya cuma 55-60 watt.

Ketiga, hanya gunakan komponen-komponen berkualitas untuk kabel, relay, soket kelistrikan, dan lampu.

Keempat, gunakan rangkaian kabel yang cukup kuat untuk dialiri arus besar.

Kelima, jangan asal sambung dan potong kabel supaya gak terjadi korslet alias hubungan pendek akibat sekring putus.

Keenam, hindari pakai isolasi biasa untuk menutupi sambungan kabel. Karena isolasi cepat atau lambat bisa lepas dan kabel jadi terkelupas.

Sebagai gantinya, pakai soket-soket atau isolasi bakar agar perkabelan tetap aman dan meminimalisir risiko korslet.

Ketujuh, Pastikan hasil modif terpasang dengan rapi, kencang, dan terbungkus pengaman dengan benar untuk menghindari cipratan air

Terakhir, jika kendaraan sudah diasuransi, jangan lupa melaporkan terlebih dulu rencana modif. Ini demi menghindari penolakan klaim saat kendaraan bermasalah akibat sistem kelistrikan.

Baca juga

(oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan