Event, Mobil, Motor, News

Kontroversi GBK Race, Apa Masalahnya?

GBK Race

Balapan mobil bertajuk GBK Race! Time Attack Challenge yang bakal digelar di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) pada 4-6 Oktober 2019, rupanya menuai kontroversi. Apa masalahnya?

Untuk diketahui, GBK Race adalah lomba memecahkan waktu putaran yang diikuti oleh para pembalap mobil di bawah supervisi Ikatan Motor dan Mobil Indonesia (IMI).

Acara balap yang menjadi hajatan Orange Racing Committee ini merupakan rangkaian dari perhelatan I See Fest 2019, festival outdoor yang dihelat 27 September sampai 6 Oktober 2019 untuk memperingati hari ulang tahun SUGBK.

Baca juga

Diawali Protes Warganet

Perkara bermula pada Kamis (19/9/2019). Kala itu Kompleks GBK memulai uji coba balap di area publik yang biasanya dipakai berolahraga macam berlari, sepeda, atau jalan cepat.

Warganet pun memprotes kegiatan itu karena dinilai tak sesuai dengan fungsi GBK sebagai kawasan terbuka hijau.

Komunitas lari Indorunners bahkan meminta agar PPKGBK selektif dalam menentukan kegiatan di area tersebut, supaya tak ada lagi tambahan asap kendaraan.

Tanggapan Kemenpora

Menanggapi protes tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengingatkan pengelola GBK untuk mempertimbangkan nilai manfaatnya bagi publik, sekaligus mengkaji ulang perihal pemberian izin balap GBK Race.

Pasalnya, menurut Kempenpora, meskipun itu cuma simulasi ataupun bukan balapan karena sebatas memutari jalan yang sudah dirancang, istilah race  secara hukum tetap berkonotasi dengan adu kecepatan dan membandingkan kecepatan.

“Bahwasanya kegiatan otomotif sebagai olahraga adalah sangat didukung oleh Kemenpora, tetapi ada venuenya tersendiri,”  ujar Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto (22/9).

Kata Gubernur DKI

Sementara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, ikut angkat bicara perihal hal ini. Anies mengatakan bahwa terkait hal itu baiknya dikonfirmasi ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg).

Ia mengatakan bahwa pengelolaan GBK langsung di bawah Kemensesneg, jadi ikuti saja aturannya.

Pendapat IMI

Ketua IMI Sadikin Aksa turut mengonfirmasi bahwa pihaknya belum merekomendasikan rencana GBK Race.

Idealnya, tiap gelaran balapan termasuk uji coba harus melalui rekomendasi IMI selaku induk organisasi cabor balapan.

“Balapan itu olahraga bahaya. Yang kami utamakan dari regulator adalah safety-nya. Kepolisian pun jika ingin mengeluarkan izin harus dapat rekomendasi dari IMI. Kalau ada tabrakan keluarnya bagaimana, dan itu sesuatu yang sangat rumit. Planningnya harus jauh-jauh hari,” papar Sadikin.

Baca juga

Konfirmasi Pihak GBK

Terkait tanggapan-tanggapan tersebut, Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks GBK, Winarto menjelaskan bahwa GBK Race adalah acara resmi yang sudah mendapatkan izin.

Untuk mengadakan uji coba balap pun dirinya mengaku memiliki pertimbangan. Terutama berdasarkan pengalaman event-event otomotif di GBK sebelumnya.

Apalagi menurut pengamatan Winarto di lapangan, stadion utama punya jam sepi dan ramai pengunjung. Ketika uji coba balap dihelat siang hari, itu bertepatan dengan jam sepi karena cuaca panas.

“Ini soal bagaimana mau berbagi dan mengakomodir semua masyarakat,” tegas Winarto.

Terlepas dari itu, Winarto menuturkan rencana GBK Race sebenarnya belum final. Justru, test drive alias uji coba kemarin bertujuan memahami bagaimana teknis kegiatan. Ia pun membuka lebar masukan masyarakat dan keputusan IMI.

“Ini akan dievaluasi. Dilihat apakah memang layak untuk besok benar-benar dilaksanakan kegiatan itu di GBK. Semua kemungkinan ada,” tandasnya.

Terkait evaluasi tersebut, hasilnya sedang dianalisis dan akan dirapatkan hari ini, Senin (23/9) antara penyelenggara dan pengelola GBK untuk memutuskan akan memberi izin atau tidak. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan