Mobil, Motor, News

Menyoal Fitur Uang Elektronik Dalam Smart SIM

uang elektronik smart SIM

Smart SIM yang telah resmi diluncurkan di Jakarta, Minggu (22/9/2019), memiliki tiga fungsi utama yaitu menyimpan data diri pemilik, data historikal pelanggaran lalu lintas, dan uang elektronik.

Namun, layanan uang elektronik belum dapat berfungsi optimal bagi masyarakat luas karena belum mendapat izin Bank Indonesia (BI).

Kenapa Perlu Izin BI?

Perizinan ini penting lantaran melibatkan uang masyarakat.

“Ini bukan soal SIM-nya. Begitu dia menjadi layanan pembayaran, ada uang masyarakat di situ. Siapa yang bertanggung jawab? Konsumen harus tahu,” jelas Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Erwin Haryono (23/9).

Sebab itu, kendati Polri sudah bekerja sama dengan Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia (BNI) untuk menyediakan layanan Smart SIM, tetap harus mengajukan dan menyelesaikan perizinan terlebih dulu kepada BI.

“Semua persyaratan sudah clear sebenarnya. Sepanjang dia (bank yang jadi mitra) selesaikan perizinan, sudah bisa (menggunakan Smart SIM). Sekarang sedang proses,” ungkap Erwin.

Baca juga

Baru Bank BNI

Untuk saat ini, layanan pembayaran Smart SIM baru menggunakan uang elektronikBNI atauTapCashBNI. Itu pun berupa uji coba terbatas di lingkungan internal POLRI sebagaimana izin yang dikeluarkan BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Nah, lewat kerja sama dengan Bank BNI itu, Smart SIM setidaknya sudah bisa dipakai untuk membayar denda pelanggaran tilang, tol, Kereta Api Commuter Line, Bus Trans Jakarta dan parkir.

Terkait bayar tilang pakai TapCash BNI, detail pelaksanaannya masih dalam tahap evaluasi.

Layanan Mandiri Segera Menyusul

Dalam waktu dekat, begitu izin BI keluar, uang elektronik Bank Mandiri bisa digunakan di 62 ribu outlet.

Layanan pembayaran tersebut bisa dipakai untuk tol, Trans Jakarta, parkir, berbelanja di kios offline hingga tempat rekreasi.

Rencana ke Depan

Korlantas juga membuka kesempatan penggunaan uang elektronik besutan himpunan bank milik negara (Himbara) dan bank lainnya.

Nantinya, kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri, fungsi uang elektronik dapat dipergunakan secara normal layaknya penggunaan e-money umumnya.

Mulai dari membayar transportasi seperti KRL, MRT, dan busway, jugapembayaran  tol, parkir, belanja di mini market, dan seluruh transaksi lainnya. Untuk pengisian saldo maksimal Rp2 juta.

Baca juga

Pemilik SIM Boleh Memilih

Menariknya, pemohon SIM memiliki wewenang khusus untuk memilih akan memasukkan fitur uang elektronik pada calon SIM pintar miliknya atau tidak.

Jika syarat dan ketentuannya telah disetujui, pemohon juga bisa memilih bank penerbit uang elektronik mana yang bakal dipakai untuk Smart SIM.

Yang pasti, satu kartu Smart SIM cuma bisa diisi uang elektronik dari satu bank. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan