Mobil, News, Tips

Mobil Rusak Akibat Demo, Asuransi Belum Tentu Tanggung Jawab

Saat demo massa lalu mobil Kawan Parjo kena dampak dan rusak, apakah pihak asuransi akan menggantinya? Jawabnya, bisa iya, bisa juga tidak.

Mengingat kerusakan yang timbul akibat hal itu tentu membutuhkan dana besar untuk perbaikan.

Pahami Polis Standar Asuransi

Secara umum polis asuransi kendaraan dasar memberikan perlindungan terhadap dampak kerusakan yang timbul akibat tindak kejahatan, tabrakan, pencurian, dan kebakaran.

Meski begitu patut Kawan Parjo ketahui bahwa hal-hal yang disebutkan di atas itu bukanlah hasil atau dampak dari huru-hara, atau akibat kerusuhan demonstrasi massa.

Polis asuransi kendaraan dasar tidak memberikan perlindungan atau penggantian jika kendaraan mengalami kerusakan akibat huru-hara. Hal tersebut dijelaskan dalam Polis Standar Asuransi (PSA) kendaraan bermotor pasal 3 ayat 3.

Baca juga

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa, Pertanggungan tidak menjamin kerugian, kerusakan, atau biaya atas kendaraan bermotor dan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh, akibat dari, ditimbulkan oleh kerusuhan, huru-hara, gempa bumi, genangan air, dan nuklir.

Lalu apakah artinya kendaraan tidak bisa mendapatkan jaminan perlindungan dari bahaya-bahaya tersebut untuk kendaraan? Jawabnya Bisa.

Hanya saja, pastikan saat membeli asuransi kendaraan Anda membeli perlindungan tambahan atau klausul tambahan yang isinya akan melindungi kendaraan Anda dari dampak buruk akibat kerusuhan, banjir, hingga gempa bumi.

Dengan demikian, jika sewaktu-waktu nahas menimpa, Kawan Parjo tidak perlu pusing dan khawatir akan nasib mobil kesayangan karena semua kerugian akan ditanggung oleh pihak asuransi.

Baca juga

Ikutan Demo, Mobil Rusak Tak Ditanggung

Meski begitu, pemilik kendaraan ternyata harus teliti dengan aturan mainnya. Ada beberapa ketentuan yang membuat kerusakan pada mobil tak bakal ditanggung.

Mengacu pada PSA Kendaraan Bermotor Indonesia, Laurentius Iwan Pranoto, Head of Communication and Event Asuransi Astra, menjelaskan setidaknya ada 10 hal atau situasi yang membuat kerusakan mobil tidak ditanggung oleh pihak asuransi.

5 di antaranya adalah:

  1. Kendaraan yang digunakan untuk menarik atau mendorong kendaraan atau benda lain, dan memberi pelajaran mengemudi.
  2. Kendaraan yang turut serta dalam perlombaan, latihan, penyaluran hobi kecakapan atau kecepatan, karnaval, pawai, kampanye, dan unjuk rasa.
  3. Kendaraan untuk melakukan tindak kejahatan.
  4. Kendaraan digunakan selain dari yang dicantumkan dalam polis.
  5. Kendaraan untuk penggelapan, penipuan, hipnotis, dan sejenisnya.

Meski begitu, Iwan—sapaan akrabnya–mengaku pihaknya belum pernah mendapatkan kasus klaim kerusakan akibat hal-hal yang disebutkan di atas tadi. (man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan