Mobil, Motor, News, Tips

Tips Mengemudi Lancar dan Aman Saat Menghadapi Demo

mengemudi menghadapi demo

Hari ini, Selasa (24/9/2019), mahasiswa dan kelompok sipil lainnya kembali menggelar demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta.

Imbasnya, rekayasa lalu lintas diberlakukan di sejumlah ruas jalan Jakarta. Bahkan, rute TransJakarta yang melintas di wilayah tersebut turut dialihkan.

Info terbaru, dua halte pemberhentian yaitu JCC Senayan dan Slipi Petamburan tidak dilalui lagi dan dialihkan via tol.

Sebab itu, agar mengemudi tetap lancar dan aman, berikut tips saat menghadapi demo.

Baca juga

Update Situasi, Cari Alternatif

Instruktur safety riding RDL, Andry Berlianto, menyarankan pengemudi selalu update situasi lalu lintas sebelum berkendara, terutama jika melewati wilayah sekitar lokasi demo.

Info kepadatan jalan bisa didapat lewat GPS, ditambah pemberitaan media TV, radio, atau lainnya.

Lalu, jika di GPS jalan yang akan dilewati ditandai garis merah alias macet parah, disarankan mencari  jalur-jalur alternatifnya. Intinya, kata Andry, memahami jalur beserta antisipasinya menjauhkan dari tersesat andai mesti berputar-putar.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menambahkan, update situasi juga diperlukan untuk mengetahui kondusif tidaknya situasi.

Jika perlu melanjutkan perjalanan, maka pilih jalan melingkar dari lokasi. Ini lebih aman meski lebih jauh.

Tetap Tenang Kena Macet

Penutupan jalan pasti berimbas kemacetan. Jika begitu, saran Andry, redam emosi dan dulukan keselamatan dengan ekstra berempati pada pendemo. Biar lebih tenang, jangan lupa bekal air minum.

Bila Situasi Rusuh

Situasi demo yang berubah rusuh bisa saja terjadi. Bila demikian, Jusri menganjurkan pengendara mencoba tidak panik dan kurangi kecepatan.Ini menghindarkan dari kecelakaan yang justru membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Lalu, andai situasi rusuh sampai saling melempar batu dan mengenai kaca mobil, jangan beranjak keluar kendaraan sekalipun kaca retak menyeluruh. Tetap waspada dan terus melaju perlahan.

Buat bikers, jangan coba-coba lepas helm untuk melindungi kepala dari benturan.

Baca juga

Nah, bila ada kesempatan masuk area parkir gedung atau rumah warga, segera arahkan kendaraan ke area tersebut meski ada pencegahan atau larangan masuk dari petugas keamanan.

“Lebih baik beragumen dengan satu atau dua orang petugas keamanan daripada dengan banyak orang yang tidak bisa dipastikan emosinya,” ucap Jusri

Namun, bila situasi makin tak terkendali dan kendaraan tak bisa maju ataupun mundur, Jusri menyarankan jangan panik, hentikan kendaraan segera, kunci pintu dan  segera tinggalkan area kekacauan. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan