Motor, Tips, Uncategorized

Jangan Salah Pilih Busi Motor! Ini Risikonya

busi motor

Busi motor merupakan komponen penting. Namun, ada saja yang masih salah dalam memilih dan mengapliksikannya.

Padahal risikonya bisa menurunkan kinerja mesin, merusak sampai menyebabkan kecelakaan.

“Jangan sampai salah pasang kode busi motor, karena hal itu bisa menyebabkan penumpukan karbon, overheat, piston mentok, elektroda meleleh, ECU bermasalah, hingga knocking,” terang Technical Support Product Specialist NGK Busi Indonesia, Diko Okataviano.

Baca Juga

Fungsi Busi

Busi merupakan komponen wajib pada motor karena berfungsi sebagai pemercik bunga api ke ruang mesin.

Hal ini memicu proses pembakaran bensin sehingga dapat menggerakan piston.

Agar kerja motor semakin optimal, busi haruslah berkualitas dan sesuai standar pabrikan supaya punya timing dan besaran percikan api yang tepat.

Dengan demikian, bahan bakar dan udara ideal yang dihasilkan dalam ruang bakar tentu memicu kompresi yang maksimal pula.

Namun, ketika busi balap yang didesain untuk menerima kondisi mesin cukup ekstrem dipakai pada motor harian, maka fungsi awalnya justru berubah merugikan pengapian alih-alih mempercepat mesin.

Untuk kesalahan pemasangan busi macam itu, risiko paling parahnya adalah misfiring atau gagal pengapian.

Kondisi ini lazim ditemui ketike bikers kerap melintasi jalanan padat atau macet.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan untuk menghindari risiko penggunaan busi tidak tepat?

Ukuran

Ukuran busi motor harus tepat karena lebar ulir serupa belum tentu memiliki fitur dan spesifikasi yang sama dengan busi yang direkomendasikan pabrikan.

Jika busi terlalu pendek, bakal terjadi penumpukan karbon. Sementara busi terlalu panjang, akan mempercepat overheat dan rawan terbentur piston.

Rekomendasi Pabrikan

Pabrikan biasanya memberikan informasi kode busi yang cocok digunakan. Sementara merek yang biasa dipakai di antaranya Honda Genuine Part (HGP), Denso dan NGK.

Misal, pada merekan NGK, model seperti Yamaha MX King 150 dan V-Ixion direkomendasikan menggunakan busi dengan kode CR8E.

Adapun untuk Yamaha Aerox 155, Byson Fi, Lexy, dan Nmax dianjurkan memakai busi dengan kode CPR8EA-9.

Sementara model motor Honda seperti PCX dan ADV, kode businya adalah MR8K-9. Lalu untuk Honda CBR150R, Sonic 150R, Supra GTR 150, dan CRF150L, kode businya adalah MR9C-9N.

Angka Panas Busi

Angka panas busi juga wajib sesuai spek motor. Karena jika angkanya terlalu besar atau busi terlampau dingin akan terjadi pengendapan karbon.

Sementara angka panas busi yang terlampau kecil atau busi terlampau panas, maka bakal terjadi overheat hingga misfire.

Baca juga

Keaslian Busi

Mengantisipasi penjual nakal, ada baiknya paham perbedaan busi asli atau palsu.

Pada busi asli pasti terdapat kode nomor produksi, gasket (ring) susah dilepas, serta metal shell-nya lebih mengkilap dan gak gampang berkarat.

Lalu, ulir terminal nut busi asli lebih halus dan rapi. Begitu pula kerapian pada konstruksi ujung elektroda, gap dan poenyambungannya.

Sementara tanda busi palsu adalah kebalikan dari semua yang disebutkan di atas. (oya/man)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *