Mobil, Motor, News, Tips

Jauhi Calo, Bikin SIM Gak Seribet yang Dibayangkan

bikin SIM

Jasa calo sering jadi pilihan karena banyak yang bilang bikin SIM itu repot dan lama. Apalagi banyak juga yang gak lolos ujian bikin SIM sehingga terpaksa mengulang.

Padahal, bikin SIM gak seribet yang dibayangkan dan memanfaatkan calo justru mesti bersiap berurusan dengan hukum.

“Tidak ada untungnya menggunakan calo, membuat SIM itu mudah dan cepat,” tegas Kasie SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar, Senin (7/10/2019).

Kerugian Pakai Calo

Menurut Fahri, kerugian pakai calo buat bikin SIM malah berlipat ganda.

Bukan cuma biaya yang dikeluarkan lebih mahal dibanding mengurus SIM secara mandiri, tapi juga rugi waktu karena harus tetap menjalani berbagai tahapan pembuatan SIM sebagaimana mestinya.

Tak kalah penting, “Perlu dipahami bahwa pencaloan ini termasuk perbuatan korupsi karena ada gratifikasi,” catat Fahri.

Artinya, calon pembuat SIM yang memanfaatkan jasa calo tak ubahnya pendukung praktik korupsi, sedangkan calo itu sendiri tergolong pengkorupsi. Ada sanksi tegas untuk ini.

Baca Juga

Sanksi Bagi Calo dan Pengguna Jasa

Bagi calo atau oknum terkait, nantinya akan diproses sesuai pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancamannya hukuman penjara paling lama empat tahun.

Sementara pengguna jasa calo untuk bikin SIM, pertama-tama akan dipanggil lebih dulu oleh pihak berwajib untuk dimintai keterangan atas perbuatannya sejelas mungkin.

Dari sini, ada kemungkinan pengguna jasa juga bisa kena imbas pasal penipuan tersebut.

Sebab itu, Fahri menyarankan menjauhi calo pembuatan SIM dan segera mencari akses pengaduan yang bisa dimanfaatkan jika menemukan hal-hal berkaitan praktik calo.

Pentingnya Persiapan Matang

Di luar itu, bikin SIM sebetulnya mudah dan cepat karena bisa dipelajari lebih dulu kiat-kiatnya sebelum menjalani tes SIM.

Singkatnya, persiapan matang bisa membantu lolos ujian tanpa perlu mengulang.

Untuk bikin SIM, peserta mesti melewati dua tahap ujian. Yakni tes tulis dan praktik. Dua tes ini bertujuan memastikan pembuat SIM memang memahami peraturan lalu lintas, sekaligus terampil mengemudikan kendaraan bermotor di berbagai situasi dan kondisi.

Bila gagal, peserta tes diperbolehkan mengulang setelah berselang, 7 hari, 2 minggu, dan sebulan.

Jika peserta gak datang mengulang atau hilang kabar selama tenggat waktu  itu, maka uang yang sudah dibayar bakal dikembalikan.

Baca Juga

Tips Bikin SIM Anti Gagal

Nah, biar gak gagal, setiap peserta uji SIM bisa belajar dan berlatih materi teori dahulu di website Korlantas Polri.

Lalu untuk materi ujian praktik, selain kemampuan berkendara cukup pelajari saja Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2019. Ini bisa diperoleh lewat akses online.

“Belajar dan berlatih itu bisa dilakukan sendiri atau melaui bimbingan. Bisa juga melalui sekolah mengemudi yang kompeten,” saran Fahri.

Hindari pakaian Warna Biru

Gak hanya itu, bikin SIM  juga bisa gagal jika warna  pakaian yang digunakan salah. Untuk pengambilan foto SIM, pemohon dilarang mengenakan pakaian termasuk jilbab berwarna biru.

Ini karena background Kepolisian RI juga berwarna biru. Jadi jika warnanya sama, maka nantinya akan terjadi tumpang tindih warna yang bisa mengganggu hasil jadi SIM dan data yang tersimpan saat penyesuaian sistem. (oya/man)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *