Mobil, News, Uncategorized

Mobil Buatan Indonesia Makin Digandrungi Orang Asing

mobil buatan indonesia

Masyarakat asing tampaknya semakin menggandrungimobil-mobil buatan Indonesia.

Ini terlihat dari Completely Build Up (CBU) atau angka ekspor utuh mobil produksi Tanah Air, yang terus menunjukan tren positif sepanjang semester I 2019 dan meningkat drastis dalam dua bulan terakhir.

Baca Juga

Peningkatan Ekspor

Sebagaimana tercantum dalam data distribusi ekspor Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Juli 2019 ada sekitar 31.638 unit mobil yang diproduksi di Indonesia dikirim ke luar negeri, dan pada Agustus jumlahnya meningkat menjadi 36.401 unit.

Jumlah terakhir itu sekaligus jadi yang terbesar sepanjang tahun 2019.

Sebelumnya, Gaikindo mencatat total CBU untuk mobil Indonesia pada Januari-Juli 2019 meningkat 23,1 persen menjadi 169,4 ribu unit dibandingkan periode Januari-Juli 2018 yang hanya sebesar 137,6 ribu unit–dan mencapai total 264,6 ribu unit sepanjang 2018.

Artinya, rata-rata per bulannya di 2019 ada sekitar 22 ribuan unit mobil yang diekspor utuh ke berbagai negara.

Dengan demikian, sepanjang Januari hingga Agustus 2019 totalnya sudah ada 205.791 unit mobil buatan Indonesia yang mengaspal di luar negeri.

Ditambah lagi dari sisi komponen, ekspor asal Indonesia juga meningkat sebesar 7.3 persen dengan total sebanyak 43,6 juta set.

Jumlah kenaikan tadi cukup realistis untuk memenuhi target Gaikindo mengirim 300.000 mobil buatan RI ke mancanegara hingga akhir tahun ini bila pencapaiannya stabil apalagi terus meningkat.

Lebih-lebih dua produsen China baru-baru ini juga mengumumkan akan mengekspor mobil yang diproduksi di Indonesia ke luar negeri.

Otomotif Sektor Ekspor Andalan

Tak kalah penting, capaian positif itu tentu sejalan dengan arah pemerintah yang menempatkan otomotif sebagai salah satu sektor manufaktur andalan guna mengerek ekspor nasional.

Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, total ekspor kendaraan dan komponennya sepanjang semester I tahun 2019 senilai US$3,68 miliar.

Naik 6,94persen dibandingkan periode sama tahun 2018 yang bernilai US$3,44 miliar.

Bahkan, sejak tahun 2015-2017 neraca perdagangan mobil Indonesia telah berhasil menorehkan surplus.

Data Bank Indonesia menunjukkan nilai ekspor mobil pada 2015 mencapai US$ 2,67 miliar, sedangkan nilai impor hanya US$ 2,2 miliar.

Artinya, neraca perdagangan mobil Indonesia surplus US$ 465,98 juta. Surplus ini meningkat pada 2016 sebesar US$ 671 juta dan  surplus US$ 188,6 juta di 2017, meski nilainya lebih kecil.

Tak heran, kata Ketua Gaikindo Yohannes Nangoi, data Bank Indonesia tahun 2017 mencatat nilai ekspor otomotif Indonesia menduduki posisi ke-8 komoditas ekspor unggulan non migas dengan capaian nilai 7,1 miliar dolar. 

“Komitmen dari industri otomotif Indonesia akan tercermin dari segi teknologi dan produk dari industri otomotif yang telah diekspor ke berbagai negara,” ucap Yohannes.

Tujuan Ekspor Tertinggi dan Mobil Terlaris

Saat ini, mobil buatan Indonesia diekspor setidaknya ke sekitar 80 negara di dunia.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), 5 negara dengan tujuan ekspor mobil tertinggi pada 2018 yakni Filipina, Arab Saudi, Thailand, Jepang dan Malaysia.

Sementara untuk merek mobil terlaris versi Gaikindo, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hingga Juli 2019, Toyota dan Daihatsu terus memimpin penjualan. Dua merek di bawah grup Astra ini menguasai lebih dari separuh pangsa pasar mobil ekspor.

Berurutan di posisi selanjutnya ada Mitsubishi motors, Honda, dan Suzuki yang saling menempel ketat. Dan di posisi 6 ditempati pabrikan asal Tiongkok Wuling.

Baca juga

Untuk jenis mobilnya, kelas Low Multi Purpose Vehicle alias mobil keluarga tetap menjadi kendaraan ekspor terlaris 2019. Disusul Low Cost Green Car (LCGC) dan kelas SUV.

Sementara ekspor komponen terbesar dipegang oleh Toyota, disusul Honda dan Suzuki. (oya/man)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *