Mobil, Motor, News

Kendaraan Nakal yang Terobos Jalur Sepeda Bakal Ditilang

Pemilik kendaraan bermotor yang nakal menerobos atau menghalangi jalur sepeda nantinya mesti siap-siap ditilang.

Hal ini menyusul kebijakan pemerintah DKI Jakarta  yang tengah menguji coba 17 jalur sepeda baru, untuk mengakomodasi para pengguna transportasi ramah lingkungan sesuai Perpres Nomor 55 Tahun 2019.

“Jalur sepeda akan dilengkapi dengan rambu dan marka, sepanjang rambu dan marka itu mempunyai kekuatan tubuh tetap, maka polisi bisa melakukan tindakan ke pelanggar yang tidak sesuai,” ucap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir.

Baca Juga

Denda Rp500 Ribu

Kendati kini masih berupa sosialisasi, Nasir menjelaskan bahwa aturan itu bakal segera diberlakukan jika jalur sepeda sudah permanen dan rampung dipasangi rambu-rambu lalu lintas.

Sanksi yang diberikan kepada pelanggar yakni denda maksimal Rp500.000 atau kurungan pidana dua bulan.

Keluhan Pesepeda

Sejuh ini, para pesepeda memang sering mengeluhkan maraknya kendaraan seperti mobil dan motor yang masuk ke lintasan.

Di Jakarta Barat misalnya, seorang pesepeda mengaku kerap mendapat hambatan dari mobil dan motor yang mendadak melintas tiap kali ia bersepeda dari kediamannya di kawasan Grogol menuju tempat kerjanya di kawasan Mangga Besar. Lebih-legih jika jalanan macet.

Otoped Dikecualikan

Meski begitu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyatakan tidak mempermasalahkan apalagi melarang otoped yang masuk jalur sepeda karena kendaraan ini gak menghasilkan emisi gas buang.

“Untuk otoped ini kan elektrik, perihal kecepatan kan dia (otoped) beragam, saya pikir untuk masuk dan menggunakan jalur sepeda itu bukan masalah,” ujar Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo .

Uji Coba Jalur

Uji coba jalur sepeda akan dibagi dalam tiga fase dengan waktu pelaksanaan yang berbeda selama dua bulan.

Pada fase pertama, yaitu mulai 20 September hingga 19 November 2019, total ada tujuh jalur yang akan diujicobakan sepanjang hari.

Rutenya mencakup Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan M.H Thamrin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Proklamasi, Jalan Pramuka, dan Jalan Pemuda.

Lalu fase kedua, sebanyak empat jalur akan diuji coba mulai 12 Oktober-19 November 2019.

Jalurnya meliputi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, dan Jalan RS Fatmawati Raya.

Terakhir fase ketiga, ada enam jalur yang diujicobakan pada 2-19 November 2019. Jalurnya mencakup Jalan Tomang Raya, Jalan Cideng Timur, Jalan Kebon Sirih, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Barat dan Jalan Jatinegara Timur.

Belum Memenuhi Kriteria

Kendati demikian, sebagian kalangan menilai  jalur sepeda di Jakarta belum memenuhi lima kriteria penting untuk menggugah masyarakat menggunakan sepeda.

“Diperlukan lima syarat agar jalurnya bermanfaat dan berkualitas, yaitu menarik, berkeselamatan, koherensi, nyaman dan tidak terputus,” ujar Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno.

Menurutnya, lingkungan sekeliling jalur sepeda mestinya dirancang untuk menimbulkan daya tarik estetika secara positif.

Lalu, harus dilengkapi fasilitas pendukung demi mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas semisal dibuatkan pembatas jalur.

Berikutnya, pesepeda mestinya bisa mengakses jalur sepeda dengan mudah dan fasilitas jalurnya dibuat nyaman. baik dari warna jalurnya maupun materialnya memadai.

Terakhir, jalur yang ada harus berkelanjutan alias memenuhi kebutuhan dengan memiliki rute langsung ke tujuan. (oya/man)

Baca Juga

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *