Event, Liputan Khusus, News

Parjo Dilirik 3 Investor Raksasa di Tech in Asia Conference 2019

Keikutsertaan Parjo di ajang Tech in Asia Conference (8-9/10/2019) melalui layanan Parjo Digital ternyata dilirik oleh beberapa investor raksasa.

Para investor tadi tentunya ingin lebih jauh mendalami seperti apa layanan Parjo Digital di masa depan.

Nah, Kawanparjo penasaran siapa saja para investor itu? yuk mari simak 3 di antaranya.

Baca juga

1. Line Ventures

Jika Kawanparjo tau layanan jejaring sosial Line, maka perusahaan induknya yakni Line Ventures adalah salah satu perusahaan pemodal yang tertarik dengan konsep Parjo Digital.

Investor yang berdiri sejak September 2014 ini menginvestasi secara fleksibel dalam skala global tentunya dalam berbagai bidang terapan teknologi.

Sebaran investasinya hingga saat ini meliputi Jepang, Amerika Serikat, Cina, Asia Tenggara, dan banyak lagi.

Meski begitu, pendanaan bisa dilakukan sebagai modal awal, atau tahapan-tahapan selanjutnya yang tentu mengikuti perkembangan kebutuhan pendanaan.

Dukungan pendanaan dari grup Line tentunya memiliki spesifikasi dan inovasi produk starup digital.

Tak heran jika pendanaan bisa berpotensi pada startup yang memiliki inovasi dan sejalan dengan garis besar perusahaan dalam jangka menengah atau panjang.

2. Telkomsel Mitra Inovasi

Kemudian ada Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) yang merupakan anak perusahaan dari Telkomsel.

Telkomsel sebagai sebuah perusahaan selular di Indonesia, kini memulai komitmennya di bidang investasi strategis yang bakal menyentuh perkembangan ekosistem teknologi Indonesia pada sektor teknologi, media dan telekomunikasi.

TMI bertugas melakukan aktivitas investasi serta proses sinergi dan kolaborasi di berbagai unit bisnis untuk mendorong aspek transformasi digital perusahaan.

Artinya, TMI akan berinvestasi pada perusahaan baru yang menjanjikan dan memiliki potensi bekerjasama secara sinergis dalam mengakselerasi pertumbuhan perusahaan tersebut dengan memanfaatkan akses pada ekosistem, aset, dan kompetensi yang dimiliki Telkomsel.

Baca juga

3. Surge

Sebuah perusahaan asal India, Surge, juga melirik konsep Parjo Digital. Surge merupakan perusahaan investasi untuk startup India dan di sebagian Asia Tenggara.

Secara umum, Surge menginvestasikan pendanaan sebesar 1 – 2 juta US dolar untuk melakukan pengembangan perusahaan startup yang diincarnya.

Tentunya hal itu akan diiringi dengan riset dan pengembangan skala global, hingga startup memiliki jangkauan dan nilai yang luar biasa.

Ekonomi Digital di Indonesia Diprediksi Melesat Pada 2025

Perusahaan-perusahaan raksasa seperti Google, Temasek, dan konsultan Bain & Company memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia bakal mencapai 130 miliar US dolar per 2025.

Pada tahun ini saja, menurut riset tersebut ekonomi digital Indonesia paling unggul di seputaran ASEAN. Pe ningkatannya hingga 40 dengan gross merchandise value (GMV) mencapai Rp567 triliun.

Tentunya ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ersebut, di antaranya adalah perubahan perilaku konsumen yang semakin lekat dengan teknologi digital dan penggunaan gadget untuk transaksi.

Faktor lainnya adalah adanya promosi yang gencar dari penyedia layanan digital dengan iming-iming kemudahan bertransaksi. (man)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *