Motor, Tips

Biar Gak Ketipu, Ini Tips Membeli Motor Bebek Tua

Kawan Parjo, motor-motor bebek tua alias keluaran lama saat ini memang tengah menjadi tren di kalangan bikers.

Salah satu motor yang saat ini kembali banyak terlihat di jalan yang digunakan adalah Honda Astrea Series, semisal Astrea Prima, C70, hingga Astrea Grand.

Nah, buat Kawan Parjo yang berniat membeli motor bebek tua, tentunya butuh pengamatan lebih, tak seperti membeli motor gres di dealer.

Pengamatan ekstra diperlukan untuk mendapatkan unit yang benar-benar terawat dengan mesin yang masih moncer.

Wajar saja hal itu dilakukan, karena usia motor yang terbilang tua, maka tentunya juga mengharuskan unit tersebut mendapat perawatan ekstra.

Apakah unit tersebut dilakukan restorasi, cat ulang, atau bahkan komponen yang sama sekali masih orisinal, alias asli.

Gak gampang memang untuk kita mendapatkan motor bebek tua yang masih gres dan full orisinal. Meski ada, tentu harganya juga bisa setara motor baru.

Baca juga

Beli Unit Restorasi, Harus Jeli

Beberapa garage, bengkel, atau rumah modifikasi yang masih memiliki unit motor bebek tua, tentunya untuk mendongkrak nilai penjualan unit, sudah pasti bakal melakukan beberapa hal seperti berikut.

  • Restorasi
  • Cat ulang
  • Mengimpor suku cadang asli

Nah, bagi Kawan Parjo yang ingin mendapatkan unit terima jadi, alias beres, bisa diperhatikan beberapa hal berikut.

Pertama menjajal unit. Ini sudah pasti harus dilakukan karena dengan mengetes motor tersebut jalan, kita akan mendapatkan interaksi dengan motor tersebut.

Apakah mesinnya masih bagus, komposisi setangnya pas, suspensinya masih empuk, atau hal lainnya.

Kemudian cek komponennya apakah orisinal ataukah ‘kw’. Karena saat ini banyak sekali komponen kw buatan lokal untuk kelengkapan sparepart motor bebek klasik.

Baca juga

Jika Membeli Bahan

Tapi lain cerita ketika Kawan Parjo membeli bahan berupa motor yang nantinya akan direstorasi sendiri. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika memilih opsi ini.

Saran kami adalah cari motor dengan kondisi sebagus mungkin, hingga nilai biaya restorasi yang akan dilakukan juga gak bakalan tinggi.

Misal, ada unit motor yang dihargai Rp7 juta, kemudian ketika dihitung restorasinya hanya mencapai Rp3 juta saja.

Ini akan lebih baik ketimbang membeli motor ‘bahan’ dengan harga Rp3 juta, tapi untuk melakukan restotasi mencapai Rp10 jutaan.

Disamping itu, makin banyak restorasi yang dilakukan, maka selain lebih mahal juga memakan waktu yang nggak sebentar.

Salah satu builder menyarankan unguk meminang atau membeli bahan motor bebek tua, utamanya perhatikan sasis dan mesin. (man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan