Event, Komunitas, Kustom, Liputan Khusus, Mobil, Motor, News

Parjo Bakal Pajang Motor Klasik Langka di IDE 2019

Gelaran Indonesia Diecast Expo (IDE) 2019 tinggal menghitung hari, atau tepatnya tanggal 26-27 Oktober 2019. Acara pengiat Diecast yang digelar saban tahun ini telah masuk pada tahun ke 6.

Nah, Parjo yang juga merupakan partisipan pada acara yang bakal digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, itu pastinya akan memberikan ragam konten yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Memajang Motor Langka

Henrie Rachmawan, perwakilan Parjo menegaskan jika pada ajang IDE 2019 nanti pihaknya akan memajang satu motor klasik, yakni Suzuki GT380 buatan tahun 1975.

Motor yang tergolong langka itu tentunya diharapkan akan menjadi salah satu magnet pengunjung di IDE 2019.

“Tak seperti tahun sebelumnya, tahun ini kita akan lebih banyak menampilkan konten yang berbeda, selain produk dan lounge tentunya,” terang Henrie, di konferensi pers IDE 2019, Rabu (16/10/2019).

Baca juga

Hal Lain Soal IDE 2019

SEcara umum, ajang IDE 2019 yang akan dilangsungkan di Hall 3A, didukung oleh platform perbankan digital serta kehadiran para desainer diecast mancanegara.

Dengan total area seluas 5.000 meter persegi, IDE 2019 mendapat dukungan penuh Bank BCA sebagai sponsor utama, serta Sakuku sebagai platform pembayaran digital.

”Tahun keenam penyelengaraan IDE merupakan salah satu pembuktian bahwa dunia diecast di Indonesia tidak dapat dianggap remeh,” terang Feldani Effendy, Public Relations dari IDE 2019.

Sejak pertama kali diselengarakan pada 2014, lanjutnya, total transaksi yang terjadi terus menunjukkan trend yang meningkat.

Selain itu jumlah pengunjung setiap tahunnya juga selalu mengalami peningkatan. yakni 10.742 pengunjung pada 2014 menjadi 13.335 pengunjung pada 2018.

Tak hanya itu kawan, dalam tiga tahun terakhir ajang IDE juga disambangi oleh bintang tamu internasional, seperti Hell’s Dept dari Jepang (2016), serta dua diecaster internasional asal Amerika Serikat yaitu Chris Strangler (2017), dan Jun Imai (2018).

Nah, pada tahun ini IDE tak sekadar menampilkan koleksi diecast, tetapi juga menghadirkan mobil-mobil skala 1:1, lomba balap diecast, lomba custom diecast, hingga ke acara eksklusif dengan para diecaster terkemuka internasional, seperti Brendon Vetuskey, Christian Coujin, dan Jun Imai

Perbedaan lain pada IDE 2019 adalah nuansa berwarna pink yang bertujuan untuk menargetkan pangsa pasar baru di industri diecast, salah satunya kalangan wanita.

Baca juga

Road to IDE 2019

Dalam perjalanan menyambut acara puncak IDE 2019, telah dilakukan juga beberapa kegiatan, salah satunya Road to IDE 2019 yang dilakukan sejak awal tahun.

Pergerakan itu di antaranya dilakukan di beberapa kota, yakni Surabaya, Malang, Makassar, Bali, hingga ke Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Tim IDE 2019 juga turut ikut pada beberapa gelaran komunitas antara lain, Kustomfest 2019, Mercy DayBandung 2019, Mini Day Bandung 2019, Indonesia Autovaganza 2019, Jambore Nasional (Jamnas) VW 2019, dan Parjo Movement 2019.

IDE 2019 juga menjadi ajang kolaborasi dengan beberapa pihak, seperti Indonesia Modification Expo (IMX), Pasar Jongkok Otomotif (Parjo), Jakarta Diecast Project,  Indonesia Diecast Content Creator, The Elite Showcase, Garasi Drift, Jakarta Sneakers Day, dan Dinggo Company.

Meneruskan tradisi, IDE 2019 kali ini juga akan mengumpulkan donasi dari para kolektor, komunitas, dan pengunjung yang hadir. Seluruh unsur pendukung IDE telah sepakat untuk senantiasa mendonasikan sebagian koleksinya untuk dilelang.

Jumlah yang terkumpul itu nantinya akan disalurkan seluruhnya kepada yayasan yang telah ditunjuk pihak penyelenggara. (man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan