Aftermarket, Motor, Tips

Kenapa Merawat Suspensi Upside Down Wajib Lebih Telaten?

suspensi upside down

Suspensi dengan model terbalik atau upside down (USD) kini populer dipakai pada produk-produk motor terbaru berkapasitas mesin kecil. Pun marak juga sebagai pilihan bahan modifikasi.

Suspensi ini disebut lebih optimal meredam getaran dibanding suspensi teleskopik pada umumnya karena sifatnya yang rigid. Itulah mengapa harganya lebih mahal.

Namun, meski gak perlu perawatan khusus, pengguna suspensi upside down disarankan wajib lebih telaten dan hati-hati berkendara. Kenapa?

Baca juga

Posisi Shock Lebih Rendah

Berbeda dari suspensi teleskopik, jarak main suspensi upside down punya posisi antara as shock dan tabung shock lebih rendah ke aspal jalan.

“Posisi suspensi seperti itu biasanya debu atau kotoran cepat nempel di batang shock,” ujar Kepala Bengkel Yamaha Alfa Motor, Tangerang, Jejen Mustofa.

Gampang Baret

Untuk bekerja, suspensi model apapun akan bergerak naik turun mengikuti hentakan atau kondisi jalanan. Jika kondisi as shock kotor, maka gesekan dengan tabung shock jadi lebih sering.

Nah, mengingat posisi USD rendah, kotor yang dibiarkan terlalu lama ini nantinya bakal membuat as shock gampang baret. Karena debu yang menempel pada inner tube bisa ikutan merusak karet (seal) pelindung oli suspensi.

Dampak Baret

Ketika muncul baret akibat kotoran menempel di seal shock, dampaknya banyak.

Pertama, bisa memicu gejala kebocoran oli suspensi. Kedua, karena posisi seal suspensi upside down tepat berada di atas rem, oli bocor yang terus keluar bisa mengenai piringan rem hingga ban.

Ketiga, takaran oli untuk menekan suspensi gak lagi sama antara suspensi bagian kiri dan kanan. Jika sudah begini, gejala membahayakan semisal kemampuan traksi berkurang dan motor tak stabil saat dikendarai akan terjadi.

“Bila bocornya pada suspensi kiri, motor akan ngebanting ke kanan dan kalau bocornya di kanan akan ngebanting ke kiri,” ujar Jejen.

Baca juga

Tips Merawat UpSide Down

Menurut Kepala Mekanik Kawasaki Fatmawati, Eddy Yulianto, jika debu menempel saja bisa menyebabkan banyak baret, apalagi kerikil di jalan rusak. Struktur lebih keras tentu membuat  pipe shock bakal lebih mudah mengalami  kebocoran pada seal.

“Maka itu supaya tidak gampang bocor, baiknya di bagian pipe shock ditutup dengan sarung khusus penutup pipe shock. Usahakan hindari jalan-jalan berkerikil yang bisa melukai pipe shock,” saran Edi.

Selain itu, perhatikan kebersihan area suspensi, terlebih ketika dipakai di musim hujan ataupun menerjang jalanan becek.

Yohannes Sirait, punggawa MM Custom mengatakan cara merawatnya cukup mudah. Tinggal dibersihkan batang suspensinya. Bisa pakai lap basah lalu dilap kering hingga tak ada kotoran yang melekat. Bisa juga menggunakan air dan sabun agar kotorannya rontok.

Lebih baik lagi dicuci steam atau disemprot dengan angin kompresor, supaya debu-debu yang menempel hilang. Ini berlaku untuk shock USD bawaan ATPM maupun aftermarket. (oya/man)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *