Mobil, Motor, News

Nunggak BPJS Kesehatan Gak Bisa Perpanjang SIM?

nunggak BPJS gak bisa perpanjang SIM

Kawan Parjo yang masih menunggak pembayaran BPJS Kesehatan berstatus Mandiri baiknya segera melunasi.

Namun, gak perlu sampai ketar-ketir juga karena khawatir gak bisa memperpanjang SIM. Faktanya, dua hal itu gak saling berkaitan.

Baca juga

Wacana Sanksi

Awal Oktober lalu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris menegaskan telah merencanakan pemberian sanksi kepada masyarakat yang terus menunggak iuran.

Di antaranya gak bisa membuat SIM baru dan mengurus perpanjangan SIM, juga paspor dan kredit bank.

Sanksi yang menyasar segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) itu dikatakan tengah digodok dan dipertimbangkan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Disesalkan Banyak Pihak

Banyak pihak yang kemudian menyesalkan adanya keputusan tersebut. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai rencana itu justru gak efektif menimbulkan efek jera mengingat perpanjangan SIM cuma 5 tahun sekali.

Sementara Komunitas Peduli BPJS Kesehatan yang terdiri dari Gabungan Advokat Indonesia menganggap kebijakan tersebut merugikan lantaran tidak menjamin jaminan sosial warga negara.

Konfimasi Kepolisian

Terlepas dari kontroversi itu, Kepala Seksi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar, menekankan bila sampai saat ini gak ada hubungannya antara menunggak iuran BPJS Kesehatan dengan gak bisa perpanjang SIM.

“Tidak ada persyaratan untuk SIM, baik itu bikin baru atau melakukan perpanjangan harus melampirkan BPJS. Jadi mau statusnya bayar lancar atau nunggak, sekarang ini tidak ada hubungannya,” tegas Fahri saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Baca juga

Sejauh ini, lanjut Fahri, mengenai penerbitan atau perpanjangan SIM sudah tertera dalam Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012. Di dalamnya tidak disebutkan soal BPJS menjadi prasyarat.

Untuk SIM, Fahri menjelaskan bila syarat utamanya lebih pada kemampuan atau keterampilan berkendara, baik sepeda motor ataupun mobil.

“SIM itu lebih ke masalah skill, ada soft skill seperti tes kesehatan dan psikologi, lalu porsi besar untuk lulus itu harus melewati hard skill,” terangnya.

“Jadi menurut saya, soal kabar BPJS itu sampai saat ini tidak ada, aturanya pun belum ada,” pungkas Fahri. (oya/man)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *