Mobil, Motor, News, Tips

Benarkah Banyak Rambut di Ban Baru Tanda Ban Berkualitas?

rambut ban baru

Kawan Parjo yang beli ban baru, mungkin memperhatikan biasanya ada banyak rambut di permukaan dinding dan tapak ban.

Nah, banyak yang bilang, rambut yang banyak di permukaan ban ini menandakan ban yang dibeli masih baru dan berkualitas alias bagus punya. Benar gak sih?

Terkait kebenarannya, Aris Munandar, Senior Manager PT Hankook Tire Indonesia, gak menampik hal tersebut.

Dia bilang, banyak rambut memang menandakan kondisi ban masih baru dan bakal lepas dengan sendirinya seiring waktu pemakaian.

Di sisi lain, banyak rambut bukan berarti menandakan ban itu berkualitas.

Baca juga

Fungsi Rambut Ban Gak Penting

Secara menyeluruh, keberadaan rambut pada permukaan ban sekalipun jumlahnya banyak gak akan menimbulkan masalah. Bahkan, fungsinya nyaris gak ada alias gak penting.

Namun, berlaku sebaliknya jika rambut justru memenuhi tapak ban.

Rambut di Tapak Ban Justru Bermasalah

Menurut Aris, banyak rambut di tapak ban malah mengurangi traksi ban, meskipun kondisinya baru. Kok bisa?

Secara teknis, rambut pada ban otomatis menekuk menyesuaikan kontur permukaan ketika tapak ban menempel pada permukaan jalan.

Jika jumlahnya banyak, maka tekukan rambut tadi akan menimbulkan celah atau gap antara permukaan tapak ban dengan permukaan jalan.

Alhasil, tapak ban gak bisa sepenuhnya menempel pada permukaan jalan.

Muasal Rambut Ban

Mengingat fungsinya gak penting tapi bisa berbahaya, ternyata rambut di ban muncul dengan alasan.

Dijelaskan Aris, rambut ban muncul dari vent hole atau jalur udara setelah proses curing atau mencetak green tire menjadi ban utuh. Green tire sendiri merupakan ban yang masih setengah jadi di mana bentuk ban masih polos dan lembek.

Nah, untuk diubah menjadi ban utuh, harus melalui proses curing dengan diberi tekanan dan suhu tinggi.

Dalam rangkaian prosesnya, vent hole yang berada di dalam mesin cetak disuntikkan ke material karet ban.

Vent hole ini berfungsi mencegah udara terjebak di dalam material karet dan mempertahankan bentuk ban tetap bagus.

Akibatnya, sebagian material karet ban yang masih panas terdorong keluar melalui vent hole.

Ketika proses curing selesai, bagian material karet yang keluar itulah yang membentuk rambut pada permukaan ban.

Baca juga

Lebih Baik Dipotong

Karena fungsinya gak penting lagi saat sudah siap pakai, biasanya rambut yang ada di tapak ban akan dipotong dalam proses kontrol kualitas.

Namun, jika ternyata luput dari pemotongan, solusi satu-satunya agar masalah berkurangnya traksi ban gak terjadi, “Rambut di permukaan tapak ban harus dipotong, kalau di dinding ban ya dibiarkan tidak apa-apa,” saran Aris. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan