Mobil, News, Tips

Panas Makin Ekstrem, Waspada Mesin Overheat

mesin overheat

Beberapa waktu lalu, supercar Lamborghini Aventador milik selebritas Raffi Ahmad mendadak terbakar diduga karena mesin overheat alias panas berlebih.

Kita pun perlu waspada karena kejadian seperti ini bisa dialami siapa saja kapan saja.

Baca juga

Overheat dan Cuaca Panas

Penyebab mesin overheat paling sering adalah radiator atau sistem pendinginan mobil bermasalah. Bisa karena bocor, tersumbat, atau cairannya habis.

Sementara pemicunya lebih banyak lagi, salah satunya cuaca panas yang makin ekstrem seperti terjadi di beberapa wilayah Indonesia belakangan ini. Terlebih saat terjebak macet.

Kepala SUB Bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Agie Wandala Putra (23/10/2019) menerangkan, panas ekstrem yang terjadi di Pulau Jawa dan Bali hingga Nusa Tenggara disebabkan radiasi Matahari cukup tinggi, tetapi jumlah awan sedang minimal.

Makanya gak heran suhu panas di siang hari bisa melebihi 38 derajat celsius. Sebab itu, penting mengetahui bagaimana cara mengatasi mesin overheat ketika terjadi, pun melakukan pencegahan.

Langkah Mengatasi

Paling awal, segera tepikan mobil jika temperatur mesin mulai naik drastis. Idealnya temperatur mesin antara 78-105 derajat celsius.

Setelah berhenti di tempat aman, matikan mesin guna menghindari kerusakan komponen lebih parah.

Kemudian, “Cek bagian radiator di ruang mesin, tapi harus hati-hati. Sebab kondisi kap mesin pasti panas sekali. Selain itu tutup radiator jangan langsung dibuka, tunggu sekitar 30 menit, hingga tekanan air menurun,”ujar Apre, pemilik bengkel AP Speed di Cipinang, Jakarta Timur.

Jika volume air radiator kurang, silakan isi hingga level maksimum. Jika sudah penuh, nyalakan kembali mesin ketika kondisinya mulai dingin. Segera bawa ke bengkel terdekat untuk pengecekan lebih detail.

Baca juga

Mencegah Overheat

Mesin overheat sebetulnya gak akan terjadi bila sistem pendinginan normal. Maka itu, pengecekan rutin pada 4 komponen berikut diperlukan:

Pertama-tama,  kata Tecnical Service Dealer PT Astra Daihatsu Motor, Bambang Supriyadi, pastikan radiator bekerja normal dengan tidak ada kebocoran air.

Baik dari sambungan pipa maupun komponen radiator itu sendiri.

Kedua, pastikan kipas radiator berfungsi maksimal sesuai standar. Cirinya putaran kipas bekerja lebih kencang saat suhu mesin mulai meninggi.

Apabila putaran kipas lemah, curigai dan cek apakah ada kerusakan pada komponen kipas atau tidak.

Ketiga, pastikan air radiator dalam batas aman. Patokannya, posisi tinggi air radiator dalam tabung cadangan atau reservoir  gak di bawah batas minimal dan gak melebihi batas maksimal.

Idealnya, air radiator dalam kondisi normal juga gak akan berkurang signifikan dalam waktu singkat. Jadi, jika terjadi sebaliknya, besar kemungkinan ada kebocoran.

Terahir yang sering diabaikan, adalah memastikan tutup radiator menutup sempurna. Karena tutup yang kurang rapat bisa membuat air radiator luber saat mendapat tekanan tinggi akibat suhu mesin meningkat. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan