Aftermarket, Kustom, Mobil, Motor, Tips

Salah Kaprah Soal Lampu LED, Begini Faktanya

lampu LED

Rata-rata kendaraan baru baik motor maupun mobil yang dipasarkan saat ini mayoritas menggunakan penerangan utama lampu LED atau Light Emitting Diode.

Bahkan yang ingin mengganti lampu bohlam biasa atau LED bawaan pabrikan yang dianggap kurang terang dengan lampu LED aftermarket pun sudah gak sulit lagi.

Namun, ternyata banyak yang salah kaprah soal untung rugi pakai LED. Padahal, LED bisa menguntungkan hanya jika terpenuhi syaratnya. Seperti apa? Yuk, simak fakta-fakta soal LED.

Baca juga

Klaim Keuntungan LED

LED diklaim unggul karena 4 hal. Pertama, cahaya lebih terang, tapi gak butuh watt lebih tinggi sehingga lebih irit listrik dibanding lampu konvensional.

Kedua, biasanya memiliki pendingin tambahan sehingga panasnya hanya di bagian bawah lampu saja. Alhasil, reflektor lebih aman dan tahan lama.

Ketiga, perawatannya mudah sehingga masa pakainya lebih panjang. Terakhir, tampilannya lebih keren karena sinar LED berwarna lebih putih, dan kadang kebiruan atau kuning.

NAMUN, seluruh keuntungan LED tadi tidak berlaku jika pembelian dan pemasangannya sembrono.

Banyak Pemalsuan

Fakta di lapangan, kata ahli LED Joe EV dari Autovision, LED banyak dipalsukan. Bila pembeli gak teliti dan gak paham membedakannya, boleh jadi malah mendapat LED berkualitas buruk.

Menurut Joe, LED palsu hanya bentuknya saja yang sama dengan LED asli, tetapi ketika dicek detail komponennya akan jauh berbeda.

Harganya pun jauh lebih murah dari yang asli, dan biasanya tidak memiliki garansi serta tidak mencantumkan nama merekan LED terpercaya di bodi lampu.

Begitu dipasang, sorot LED kualitas buruk bakal gak fokus alias berpendar. Sebaliknya, cahaya LED asli bakal menerangi lampu secara maksimal.

Reflektor Bagus Gak Mungkin Meleleh

Banyak pemilik roda dua yang urung mengganti lampu bawaan dengan LED lebih terang karena takut reflektor meleleh. Padahal, penggantian LED berbeda dari bohlam biasa yang memang cepat panas.

“Kasus reflektor meleleh saat ganti LED lebih besar itu nyaris tidak pernah terjadi. Karena sekalian ganti Printed Circuit Board (PCB),” kata Andrew dari bengkel spesialis kelistrikan MX Modification di Jakarta Barat.

PCB yang dipakainya, sambung Andrew, berbahan stainless sehingga lebih baik dalam melepas panas. Ia juga menambahkan atau pakai LED dengan heatsink atau kipas yang otomatis mendinginkan LED saat menyala sehingga lebih aman.

Dengan kata lain, Kawan Parjo gak perlu khawatir LED bermasalah jika ditangani tenaga andal, atau menggunakan LED berkualitas.

Baca juga

Masalah Kelistrikan

Meski begitu, sistem kelistrikan juga bisa menjadi sumber masalah. Gara-gara ini reflektor LED bisa meleleh dan bahkan lampu LED mati mendadak saat dipakai. Kok bisa ya?

LED mati seringnya disebabkan korsleting pada kabel yang menuju ke modul LED.

Contohnya begini, ketika motor memiliki arus listrik 3,5 A (Ampere), sedangkan LED biasanya hanya bisa menerima arus 20 mA, maka solusi agar arus Listrik dari motor bisa diterima LED adalah menggunakan perangkat modul khusus yang disebut driver.

Modul driver ini bertugas menstabilkan arus yang masuk sesuai dengan kebutuhan LED, sehingga gak melebihi angka maksimalnya.

Sayangnya, driver rentan rusak akibat overheat. Maka itu, sebagaimana dilakukan Andrew, driver biasanya menempel pada heatsink atau diberi sistem pendinginan sendiri.

Gak jarang juga ada tambahan pengamanan berupa sekring sebelum kabel bodi masuk ke driver. Nah, ini dia yang bikin LED gak sesuai pemasangan pasti gak tahan lama. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan