Komunitas, Kustom, Motor

CB Gelatik, Dulu Diincar Orang Berduit Kini Diburu Kolektor

CB Gelatik

Honda CB100, khususnya CB100 K2 produksi tahun 1972-1975 atau biasa disebut CB Gelatik, dengan nomor serial mulai dari CB100-1200001, dulu banyak diincar orang berduit dan kini diburu kolektor.

Nama ikonik CB Gelatik kini nyaring terdengar di pecinta motor lawas, terutama Jepang klasik.

Pada zamannya, CB series khususnya CB Gelatik walau diminati tergolong motor mahal lantaran modelnya cukup tinggi. Pemiliknya mayoritas orang berduit, sedangkan yang kantungnya biasa-biasa saja lebih banyak menjajal model-model di bawahnya macam S90 atau bebek C70.

Baca juga

Minimalis dan Simpel

Kekuatannya terletak pada bentuknya yang minimalis dengan desain simpel. Gak heran CB-Series jadi salah satu tonggak kesuksesan Honda di Indonesia.

“Dari stang tidak kelihatan kabel, gas juga pakai selongsong, shock depan tertutup, mesin juga lebih enak, desain lebih oke, bodinya juga hampir semua besi. Speedometer cuma satu, tidak ada indikator bensin cuma buat lihat km, ” kata Surya Hidayat, seorang kolektor motor klasik.

Era Kebangkitan, Harga Meroket

Saat ini, CB jadul terutama CB Gelatik lebih banyak diburu kolektor motor lawas. Harganya pun meroket tajam terlebih setelah bangkit lagi seiring kesuksesan film cinta anak SMA, Dilan 1990 beberapa waktu lalu.

Secara gak langsung, Dilan kembali memperkenalkan motor ini bahkan ke orang awam.

“Sekarang yang benar benar CB Gelatik harganya mahal. Kemarin saya baru laku CB Gelatik Rp 22 juta, saya dapat dari orang pertama. Nah kalau di pasaran sekarang bisa Rp 25 juta, tapi kalau Gelatik asli ya,” kata Surya.

Baca juga

Banyak Direplika

Sayangnya, karena kolektor dan pencinta CB klasik sangat banyak tapi barangnya sudah sulit, banyak juga pengusaha yang sengaja membuat replikanya dari motor lebih muda. Misalnya, pakai mesin GL 100 tapi bajunya CB. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan