Event, Komunitas, Kustom

Ini Dia Ajang Kolaborasi Brand Lokal dan Seniman Kustom

custom collaboration 2019

Kawan Parjo bisa ngebayangin gak, apa jadinya kalo brand-brand lokal indie di Indonesia berkolaborasi dengan  artisan bernuansa motor kustom?

Yup, kolaborasi itu berhasil diwujudkan dalam event Custom Collaboration 2019 yang digelar pada 24-27 Oktober 2019 di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan.

Baca juga

Custom Culture Gak Sebatas Motor

Menurut Heret Frasthio, penggagas Custom Collaboration sekaligus founder Elders Company, landasan utama dihelatnya event ini lantaran dunia kustom culture gak cuma sebatas motor, melainkan bisa diaplikasikan juga di banyak ranah lainnya.

“Custom culture itu enggak cuma dari teman-teman motor doang, tapi di luar itu memang banyak. Budaya kustom itu ada dari teman-teman skate, sneakers. Tahun ini kita lebih kental di kolaborasinya,” ujar Hereth (24/10/2019).

Sajian Berbeda

Berbeda dari tahun 2018, perhelatan Custom Collaboration tahun kedua ini mengajak banyak brand-brand lokal untuk berkolaborasi. Bukan hanya menghadirkan beragam local pop up store, beberapa merek yang berpartisipasi juga akan memperkenalkan produk terbarunya.

Kolaborasi beberapa culture berbeda itu di antaranya Elders Garage Compang (kultur permotoran), Motorcycle Culture, Urbain Indonesia (merek streetwear lokal), Adit and The Bandits (custom sepatu), Never Too Lavish (kultur street art), Customizer & Street Art Culture, Twilo Skate Corner (kultur skateboard), Low Rider Tebet (kultur sepeda low rider), hingga Kustomfest.

Gandeng Brand Luar Jakarta

Gak cuma itu, ada sekitar 40 pop up store yang berasal dari luar Jakarta, seperti Medan, Makassar, Bandung, Surabaya, dan Bali, sebagaimana road show tahun lalu.

“Kita undang kurang lebih 20 tenant dan artisan dari lima kota tersebut,” terang Heret.

Erlan Dwi Anto, salah satu penggagas Custom Collaboration mengatakan, kolaborasi dengan beberapa merek lokal yang ada di luar Jakarta ini bertujuan memperkenalkan sekaligus mengangkat nilai brand lokal.

Sebab, selama ini mayoritas brand lokal dinilai kurang mendapatkan perhatian dan pengakuan, meski soal kualitas karya sebenarnya gak kalah dari produk luar negeri.

Baca juga

Wadah Kreatif Baru

Maka itu, Hereth berharap Custom Collaboration bisa menjadi wadah kreatif baru bagi para pelaku dan pencinta motor kustom culture di Tanah Air. Pun menjadi tonggak untuk mengembangkan dan memajukan industri lokal khususnya di sektor aksesori dan perlengkapan motor.

“Acara ini bisa memberikan wadah baru untuk teman-teman sendiri. Sebab, ada dari artisan yang kultur motor, ingin coba gambar di sepatu atau mainan. Sebaliknya, artisan yang dari kultur street art, ingin coba menggambar di motor. Jadi, memperbesar pasar mereka juga,” ujar Heret.

Sementara tujuan besar lainnya, untuk menyatukan berbagai macam brand lokal, sekaligus artisan dari berbagai skema berbeda seperti denim, leather, custom painting, grafitti, hingga komunitas skateboard dan masih banyak lagi. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan