Design trends, Kustom, Motor

Ketika KTM Duke 200 Disempali Turbocharger

KTM Duke 200 turbocharger

Bukan cuma mesin mobil yang belakangan ini banyak disempali turbocharger (turbo), motor pun gak ketinggalan. Salah satunya KTM Duke 200 garapan GTX Motorcustom yang tampil di Kustomfest 2019.

Baca juga

Perpaduan Konsep

Motor ini dibangun dengan memadukan konsep chopper dan boardtracker. Uniknya lagi, ada juga sedikit sentuhan khas motor drag luar negeri yang terlihat dari model stangnya.

Paling spesial, “Motor ini juga pakai perangkat penunjang performa, yaitu turbocharger. Turbo ini dipasang dengan model suction. Jadi, karburator dulu, baru turbo, lalu mesin,” ujar Putra Darmagita, pemilik motor sekaligus builder dari GTX Motorcustom.

Putra menjelaskan, aplikasi turbo berfungsi untuk memperkuat konsep balap yang dimiliki KTM Duke 200. Selain itu, ia juga menambah performa motor meski belum melalui tahap uji dyno.

“Rencananya memang mau di-dyno, dengan kondisi tanpa dan dengan turbo. Jadi, biar terlihat seberapa besar peningkatan performanya, bukan hanya sekadar variasi saja,” kata Putra.

Spek

Untuk spesifikasi, KTM Duke 200 besutan Putra hampir memodifikasi seluruh bagian. Ban depan dikustom menggunakan  Swallow Sprinter 201 350×21, dan ban belakang pakai Swallow Classic 450×18.

Lalu knalpot dikustom stainless steel menggunakan Turbocharger IHI RHB31, dan pipa-pipanya dikustom berbahan alumunium.

Kondisi Awal Parah

Menurut Putra, Mesin Duke 200 kustom ini sebelum dimodifikasi memiliki kondisi yang cukup parah. Beberapa komponen penting seperti throttle body dan ECU sudah gak ada.

Namun, karena berpikir harga untuk restorasi alias membetulkan pasti mahal, “Akhirnya diganti saja dengan karburator,” kisahnya.

Bodi Unik Ala Bali

Untuk proses finishing gak butuh usaha maksimal. Motor ini menggunakan warna asli alumunium karena seluruh bodinya memang sudah bermaterial alumunium, termasuk pelek depan dan belakang.

Yang bikin nilai lebih, motor ini sengaja ditambahkan ukiran khas Bali untuk menonjolkan asal-usul sang builder dan juga budaya Bali, meski bagian bodi selebihnya hanya dipernis saja.

Baca juga

Ada Tantangannya

Bicara tantangan dan tingkat kesulitan pengerjaan, Putra mengaku menyelaraskan bentuk motor bukanlah pekerjaan yang mudah. Pasal utamanya, Duke 200 lansiran tahun 2013 ini menggunakan mesin modern dengan pendingin cairan atau radiator.

“Jadi, untuk membuatnya jadi terlihat klasik atau retro memberikan tantangan tersendiri. Ditambah lagi saat merapikan jalur-jalur pendinginan dari radiator, itu juga menjadi tantangan untuk kami,” ujar Putra.

Keseluruhan konsep motor ini seluruhnya digagas dan dibuat sendiri oleh Putra. Ia pun mulai mengerjakannya sejak dua tahun yang lalu. Namun, karena terhambat banyaknya pesanan konsumen yang masuk, modifikasi motor juga sempat terbengkalai dan baru bisa selesai tahun ini.

“Karena motor sendiri, jadi digarapnya santai. Sebenarnya, rencananya motor ini mau diturunkan di Kustomfest tahun lalu, tapi baru selesai sekarang,” tutup Putra. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan