Mobil, Motor, News, Tips

Panas dan Macet, Ngaruh Gak Sih Pada Oli Mesin?

oli mesin

Cuaca panas yang tengah melanda Indonesia ditambah kondisi macet yang gak berujung di beberapa kota besar, berpengaruh gak sih pada oli mesin?

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di beberapa wilayah bisa melebihi 40 derajat celsius, karena radiasi Matahari cukup tinggi, tetapi jumlah awan sedang minimal.

Di sisi lain, merujuk survei yang dilakukan Bank Pembangunan Asia (ADB), Kota Bandung menempati urutan ke-14 sebagai kota termacet di Asia dan pertama di Indonesia. Mengalahkan Jakarta dan Surabaya yang sebelumnya konsisten menduduki posisi teratas.

Terkait hal itu, jika cuaca panas bisa meningkatkan suhu, dan macet bisa menghentikan arus angin di sekitar, apakah pengaruhnya akan sama pada kondisi oli dan mesin?

Baca juga

Macet Lebih Bahaya Dari Panas

Ternyata, yang menjadi masalah terhadap oli maupun kondisi mesin–terlebih mesin sepeda motor yang hanya mengandalkan pendinginan udara–utamanya bukanlah suhu udara yang semakin panas, melainkan kondisi jalan macet.

“Suhu udara yang saat ini meningkat di Indonesia tidak begitu berpengaruh terhadap oli mesin. Pada dasarnya, oli mesin punya Flash Point atau titik terbakarnya di atas 200 derajat celcius, sedangkan suhu ruang bakar hanya 95-100 derajat celcius,” ujar Rinaldy Fasha selaku Training and Technical Engineering Motul Indonesia.

Apalagi,” Pendinginan mesin sudah didesain sedemikian rupa untuk mampu bekerja sesuai kebutuhan di berbagai temperatur,” tambah Lubricants Product Developer Pertamina, Mia Krishna. 

Beda halnya bila kondisi macet. “Saat lalu lintas sangat padat hingga kendaraan terpaksa relatif diam, aliran udara untuk mendinginkan air di radiator tidak cukup memadai sehingga berimbas pada efektivitas pendinginan mesin,” jelas Mia.

Seperti kita tahu, oli mesin berperan penting bukan hanya untuk pelumasan tetapi juga membantu pendinginan mesin.

Oli Bisa Menguap

Rinaldy menambahkan, penguapan oli mesin lantaran panas bisa terjadi dan sebetulnya masih normal selama sebatas suhu kerja mesin.

Idealnya penguapan oli mesin kendaraan di cuaca panas ekstrem sekitar 10-15 persen.

Pendinginan Mesin Bermasalah

Namun, bila oli menguap lebih dari batas ideal ada kemungkinan sistem pendinginan mesin bermasalah. Penyebab utamanya kondisi macet tadi.

Penting dicatat, ketika suhu mesin melebihi 80 derajat celsius tapi kondisi macet, tiap kenaikan 10 derajat setelahnya berpotensi menaikkan temperatur pelumas.

Meskipun volume oli yang berkurang akibat penguapan jarang signifikan, tetap saja akan mempercepat kerusakan oli yang berikutnya merembet ke komponen lain di kendaraan.

Langkah Pencegahan

Rinaldy menyarankan, lakukan langkah pencegahan dengan selalu mengecek kondisi oli mesin melalui dipstick oli.

Kalaupun ada pengurangan jumlah oli bisa ditambahkan dengan oli mesin yang jenisnya sama.

Baca juga

Rekomendasi Oli

Di Indonesia, kata Mia, pelumas yang tepat untuk kondisi panas dan macet adalah yang memiliki ketahanan baik terhadap temperatur, sehingga tidak mudah rusak dan tetap mampu menjaga kestabilan kekentalannya. 

Ketahanan oli yang baik berarti bukan hanya aditif, tetapi juga memiliki base oil yang bagus. “Jadi pilih tingkat kelas mutu pelumas yang sesuai rekomendasi engine maker, yang saat ini umumnya sudah mengandung aditif anti-oksidan yang relatif tinggi,” anjurnya.

“Kalau ingin lebih baik, pilih kelas mutu tersebut yang memiliki klaim sintetik. Jika tidak terdapat pelumas tersebut pun, tetap bisa menggunakan pelumas mineral, tapi masa pakainya diperpendek,” pungkas Mia. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan