Mobil, Motor, News, Tips

Jangan Sok Jago, Ini Teknik Belok yang Benar

teknik belok

Sejago-jagonya Kawan Parjo berkendara kencang, belum tentu sama ketika harus menjajal belokan maupun tikungan.  Tanpa teknik belok yang benar, kemampuan yang kelihatannya sepele ini pun bisa mengundang petaka.

Di Kawasan Senopati, Jakarta, Nissan Grand Livina sampai menabrak sebuah apotek lantaran pengendaranya gak mampu belok secara sempurna.

Mobil yang sedang melaju kencang itu akhirnya hilang kendali dan merenggut nyawa seorang petugas keamanan, Minggu dini hari (27/10/2019) .

Menurut Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), kecelakaan nahas seperti itu sebetulnya bisa diminimalisir dengan teknik belok yang benar. Seperti apa?

Baca juga

Kurangi Kecepatan

Belok dalam kecepatan tinggi bukan cuma bahaya buat pengendara lain tapi juga diri sendiri. Sebab itu, jangan lupa mengerem atau lepas gas untuk mengurangi kecepatan sebelum masuk tikungan.

“Karena potensi body roll mobil menjadi lebih besar, efeknya mobil bisa terguling saat bermanuver,” kata Jusri.

Motor pun demikian. Apalagi jika pandangan gak fokus atau terhalang objek lain tapi bandel tetap mengebut, risikonya pasti jatuh dari motor. Sebaliknya, mengurangi kecepatan bikin kendaraan lebih mudah dikendalikan.

Jangan Mendadak

Belok mendadak dilarang apalagi dalam kecepatan tinggi karena memang berbahaya.

“Tidak boleh mendadak, jadi sekitar 30 meter sebelum turning point atau titik belok sudah memberikan sein sebagai tanda kepada pengguna jalan lain,” ujar Jusri.

Cek Spion

Sebelum belok, mengingat jarak pandang mata biasanya terbatas sehingga ada saja kendaraan yang tidak terlihat, pengemudi wajib cek spion untuk memastikan situasi aman.

“Tengok agak ke belakang, karena blind spot kadang menyulitkan kita. Logikanya kalau aman, silakan berbelok. Kalau tidak aman jangan belok dulu,” saran Jusri.

Baca juga

Khusus Buat Bikers

Hasil gambar untuk teknik belok yang benar

Dimas, Instruktur PT Mitra Pinasthika Mulia, salah satu main dealer motor Honda menambahkan, khusus untuk bikers posisi badan saat belok baiknya mengikuti arah motor agar keseimbangan tetap terjaga.

Namun, berbeloklah dengan posisi tubuh wajar alias jangan kelewat rebah macam pembalap.

Selain itu, bagi yang pakai motor kopling macam sport atau bebek, usahakan jangan kebiasaan tarik kopling.

“Langsung saja menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan dan mengendurkan gas. Setelah motor ada di tikungkan, baru tarik kopling untuk pindah gigi dan kemudian gas lagi,” papar Siswanto, Instruktur Safety Riding Honda Wahana.

Lalu buat motor-motor kecil terutama skutik yang akan mengerem, cobalah minimalisir kebiasaan menekan rem depan secara penuh biar gak jatuh saat belok.

Terakhir, jangan maksa dan gak mau kalah. Jika ada mobil di sebelah kanan motor sama-sama mau berbelok ke kiri, baiknya urung berbelok dulu agar posisi gak terjepit. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan