Design trends, Motor, Uncategorized

Peugeot JetForce Compressor, Skutik 125 CC Bermesin Supercharger

JetForce supercharger

Gak hanya untuk segmen sport, motor skutik pun ada yang disempali mesin supercharger. Motor itu terbilang unik karena termasuk skuter kelas kecil. Namanya Peugeot JetForce Compressor.

Motor-motor Supercharger

Sejauh ini, supercharger memang identik digunakan motor sport di kelas 250 CC atau lebih. Contoh paling anyar adalah motor naked sport Kawasaki Z H2 bermesin 1.000 cc yang belum lama diluncurkan dalam Tokyo Motor Show (TMS) 2019.

Supercharger merupakan sistem suplai udara yang ditempatkan di ruang bakar dan berfungsi meningkatkan performa. Keberadaannya diyakini bisa membuat kinerja mesin lebih nampol.

Untuk motor kustom dengan sempalan supercharger pun sudah banyak beredar. Salah satu yang terbaru sempat hadir di Kustomfest 2019. Yakni Kawasaki Binter Merzy keluaran 1981 bernama Walang Kekek, besutan GTX Motorcustom.

Baca juga

Terbilang Unik

Meski begitu, tambahan supercharger di motor skutik jarang terdengar. Apalagi untuk bawaan pabrikan alias bukan hasil modifikasi di motor berkapasitas kecil yang cuma 125 CC. Sebab itu, kehadiran Peugeot JetForce Compressor terbilang unik.

Awal Mula

sebagai skutik pertama yang diproduksi secara massal menggunakan supercharger,  keunikan motor ini bisa ditelusuri dari sejarah pembuatannya.

Mulanya, produk JetForce punya dua versi mesin, yakni 125 cc 4-tak dan 50 cc 2-tak. Sayang, keduanya kurang bergema di pasaran.

Nah, alih-alih membekali JetForce dengan mesin berkapasitas lebih besar macam 250cc atau 400cc, pihak pabrikan berinovasi dengan menyulap kapasitas 125cc bisa menyamai performa 250cc. Itu pun tanpa mengorbankan bobot, dimensi, dan bahkan efisiensi bahan bakar.

Singkat cerita, disematkanlah supercharger yang letaknya di atas blok CVT pada Peugeot Jetforce 125 CC. Makanya kemudian muncul embel-embel ‘Compressor’ di belakang nama skutik ini.

Bobot Ringan

Secara tampilan, skutik yang diproduksi sejak akhir tahun 2003 sampai 2009 ini biasa-biasa saja meski kental dengan nuansa sporty Eropa. Ukuran dimensinya juga gak terlalu besar, mirip-mirip mayoritas skutik Eropa.

Namun yang bikin tambah unik sekaligus istimewa, bobot skutik ini menggunakan frame aluminium twin-spar backbone yang kokoh dan rigid. Alhasil, beratnya cuma 158 kg atau lebih ringan ketimbang skutik maxi 250cc kala itu yang berkisar 180-190 kg.

Lalu supaya distribusi bobotnya seimbang, tangki bahan bakar sengaja diletakkan di bawah frame utama. Uniknya lagi, suspensi depannya tetap teleskopik meski  berpenampilan layaknya shockbreaker upside-down dan suspensi belakang monoshock.

Baca juga

Fitur dan Mesin Gahar

Hasil gambar untuk Peugeot JetForce Compressor

Untuk mesin jelas dibikin unik, meski basisnya sama dengan versi standar yaitu 1-silinder 125cc.

Lewat sempalan supercharger, Peugeot JetForce Compressor mampu memuntahkan tenaga sebesar 20,4 Tk/ 9.500 rpm dengan torsi maksimal mencapai 16,5 Nm/ 6.000 rpm. Gak heran kecepatan malsimalnya mencapai 135 kpj, atau setara skutik 250cc bahkan di atasnya.

Sejumlah fitur yang disematkan dalam JetForce pun bukan main-main. Skutik ini dibekali rem depan dual disc-brake keluaran AJP dan dilengkapi ABS single-channel. Pihak pabrikan juga menyematkan ban gambot dan 4 buah projector sebagai lampu utama.

Selain supercharger, ada juga tambahan cylinder head yang dilengkapi dengan SOHC 4-valve dan sistem pendinginan yang jauh lebih mumpuni biar mesin gak cepat panas. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan