Aftermarket, Kustom, Motor, Uncategorized

Untung Rugi Pakai Aluminium di Bodi Motor Kustom

kustom aluminium

Berbeda dari part bawaan standar yang lazimnya pakai pelat besi, bahan aluminium sering jadi pilihan motor kustom terutama di area bodi.

Alasan utamanya karena sarat keunggulan. Meski begitu, pemasangan aluminium juga ada kekurangannya. Yuk, simak untung ruginya.

Baca juga

Lebih Ringan

Ari Supriyanto, punggawa bengkel kustom Protechnic Motor asal Rempoa, Tangerang Selatan, mengatakan, keunggulan pertama pakai aluminium dibanding besi atau bahan metal lain adalah lebih ringan.

“Jadi bakal berpengaruh pada bobot dan pembawaan motor,” ujarnya (29/10/2019).

Anti Karat dan Simpel

Selain ringan, aluminium juga anti karat sehingga perawatannya gak butuh usaha maksimal.

Nah, karena dasarnya ini sudah cantik dan simpel, makanya banyak pemilik yang sengaja membiarkan bodi motornya tanpa dilapisi cat untuk memperlihatkan warna khas aluminium.

“Banyak juga yang aluminium tidak dicat jadi raw material untuk menunjukkan bahannya. Tapi ada juga yang dicat, tergantung selera,” kata Ari yang hobi mengoleksi bebek retro 2-tak itu.

Lebih Kuat

Aluminium juga lebih kuat dan bagus meskipun ketebalannya sama dengan besi.

Gak heran banyak yang menggunakannya di bagian bodi seperti bodi samping dan belakang, sepatbor, juga tangki.

Sulit dan Butuh Keahlian Khusus

Meski begitu, proses pembentukan bodi dari aluminium jauh lebih sulit dan lama karena butuh keahlian khusus.

“Proses pembuatan aluminium itu tidak boleh asal getok, karena bahannya itu lebih lembek dari besi,” kata Ari.

Ada setidaknya 3 hal yang musti diperhatikan saat membentuk bodi aluminium. Yakni molding harus presisi, teknik pengelasan harus paham benar tingkat kepanasannya, dan proses pembentukan harus hati-hati megikuti tiap lekukan.

Alhasil, untuk membuat tangki bahan bakar dari aluminium dengan tebal 3 mm membutuhkan waktu sekitar 2 minggu. Sementara bodi keseluruhan butuh waktu 1 bulan.

“Kalau pakai terlalu tipis takut bocor, jadi pakai tebal 3 mm. Pakai Las argon dengan kawat las aluminium juga untuk menyambung. Untuk tahap finishing nantinya tidak menggunakan dempul, jadi diratakan dengan grinda, kikir dan amplas hingga mengkilat,” terang Ari.

Baca juga

Lebih Mahal

Dengan pembuatan khusus yang berbeda tadi, harga kustom aluminium tentu lebih mahal. Terlebih lagi harga bahan-bahan kustom aluminium juga mahal.

“Aluminium pakai las tik, bahan buat ngelasnya juga beda, jadi lebih mahal,” ujar Ari.

Bicara harga, Protechnic membanderol kustom tangki aluminium mulai Rp3,5-4,5 juta. Sementara bodi keseluruhan mulai dari Rp7,5-8,5 juta tergantung kesulitan pengerjaan. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan