Komunitas, Motor, Tips

Plus Minus RX-King Nan Mempesona

pesona rx king

Pesona RX-King yang gak lekang oleh waktu jadi bukti kesuksesan Yamaha di kelas motor naked sport.

Meski gak lagi diproduksi, sang “Raja Jalanan” dalam kondisi bekas nyatanya masih banyak diburu penggila roda dua. Apa sih plus minusnya?

Menurut Andreas, pemilik diler motor bekas Pelangi Motor di Jatinegara, Jakarta Timur, alasan kebanyakan orang memburu RX-King karena ingin bernostalgia. Terlebih motor ini memang sempat berjaya di era 90an.

Tapi yang lebih utama, karena tunggangan berjuluk “motor jambret” ini memang mempesona.

Baca juga

Kelebihan RX-King

Selain desainnya menarik, RX-King juga lincah, kencang, dan punya suara khas.

Motor ini mengusung sebuah mesin bertipe 2 langkah dengan volume silinder 132cc. Ada pula sistem pendingin air cooled dengan perbandingan kompresi 6,9:1 disertai karburator VM 26 x 1 MIKUNI.

Spesifikasi mesin tersebut bikin RX-King mampu berlari kencang di jalan raya.

Hal lain yang gak kalah penting, RX-King mudah dirawat dan sparepart-nya masih tergolong mudah dicari dengan harga terjangkau.

Kelemahan RX-King

Namun, karena RX King juga dibekali tipe mesin 2 tak, pemilik pasti butuh double pelumas. Yakni oli mesin dan oli samping untuk campuran bahan bakar bensin. 

Kekurangan lain, konsumsi bahan bakarnya juga sangat boros. Belum lagi RX-King termasuk motor sport dengan tuas kopling, sehingga tangan pasti mudah pegal saat dibawa perjalanan jauh.

Lalu sebagai motor tua, tentu mesin harus lebih diperhatikan.

Harga Melambung

Entah plus atau minus, yang pasti harga RX King kini kian melambung. Selain peminatnya banyak tapi stoknya terbatas, harganya juga bisa lebih mahal jika kondisinya masih mulus dan lengkap, ditambah mempertahankan part-part asli.

Meski gak ada patokan pasti soal harga, RX-King paling murah dibanderol Rp5 juta karena banyak modifikasi, dan termahal mencapai ratusan juta khususnya untuk special edition orisinil.

Baca juga

Cikal Bakal RX-King

Cikal bakal RX King bermula sejak kemunculan Yamaha RX100 yang diproduksi tahun 1977. Kala itu, produksi RX pertama dibekali mesin 100 cc tetapi  dengan power mencapai 11,5 dk.

Setelahnya, motor ini berkali-kali diperbarui dengan perubahan desain atau peningkatan kapasitas mesin.

Tahun 1979 meluncur RX125, disusul RX K tahun 1980 yang merupakan Completely Built Up (CBU) dari Jepang.

Kemudian berlanjut pada series Yamaha RX S (1981), RX Special (1983), RX King Cobra (1983), RX King Master (1996), New RX-King (2002), hingga akhirnya RX King berhenti produksi di tahun 2008.

Berikut Spesifikasi lengkap motor Yamaha RX-King:

1. Mesin

  • Tipe Mesin : 2 Langkah, Air Cooled
  • Diameter x Langkah : 58,0 x 50,0 mm
  • Volume Silinder : 132 cc
  • Perandingan Kompresi : 6,9 : 1
  • Kopling : Manual, Basah, Multiplat
  • Susunan Silinder : Satu/Miring
  • Gigi Transmisi : 5 Kecepatan
  • Pola Pengoperasian Gigi : 1-N-2-3-4-5
  • Karburator : VM 26 x 1 MIKUNI
  • Kapasitas Oli Samping : 1 Liter
  • Baterai : GM 3-3B/12,3
  • Busi : BP 8HS-10
  • Sistem Pengapian : CDI
  • Sistem Pelumas : Autolube

2. Suspensi/Ban

  • Suspensi Depan : Teleskopik
  • Suspensi Belakang : Swing Arm
  • Ukuran Ban Depan : 2.75-18-4 PR
  • Ukuran Ban Belakang : 3.00-18-4 PR

3. Sasis

  • Berat Kosong : 100 kg
  • Tipe Rangka : Double Cradle
  • Kapasitas Tangki : 9,5 Liter
  • Jarak Sumbu Roda : 1245 mm
  • Jarak Terendah ke Tanah : 160 mm
  • Jarak Tempat Duduk : 770

4. Performa

  • Dimensi PxLxT : 1970 x 735 x 1065 mm
  • Sistem Starter : Kick
  • Daya Maksimum : 18,5 PS/9.000 RPM
  • Torsi Maksimum : 1.54 KGF.M/8.000 RPM

5. Sistem Pengereman

  • Rem Depan : Cakram Double Piston
  • Rem Belakang RX King : Tromol

(oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan