Komunitas, Motor, News

Pajak Moge Turun, Harga Makin Murah?

pajak moge turun

Pemerintah akhirnya resmi menurunkan pajak barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan roda dua dengan kapasitas mesin gede 500 cc ke atas atau biasa disebut moge, dari 125 persen menjadi 95 persen.

Kebijakan ini direspons positif oleh pebisnis moge Tanah Air, karena disinyalir bakal mendongkrak penjualan lantaran harga moge di Indonesia boleh jadi juga makin murah.

Baca juga

Ketentuan Pajak Moge

Tadinya, sebagaimana termaktub dalam PP Nomor 22 Tahun 2014 Pasal 2 Ayat 8c terkait Perubahan Atas PP Nomor 41 Tahun 2013 tentang PPnBM kendaraan bermotor, moge dibebani pajak sebesar 125 persen.

Isi perubahan kemudian tertuang dalam PP 73/2019 Pasal 40, yang salah satu isinya menyebut bahwa kendaraan bermotor roda dua atau tiga dengan kapasitas isi silinder lebih dari 500 cc hanya dikenakan PPnBM sebesar 95 persen.

Banyak Keluhan

Sebelum muncul kebijakan baru, tingginya beban pajak kerap dikeluhkan banyak pihak, terutama pebisnis moge.

Mereka sepakat bahwa nilai pajak itu gak masuk diakal. Malahan konsumen potensial banyak yang sampai menunda dan urung belimoge hanya karena pajaknya dianggap kelewat mahal.

Apalagi, kata Joe Frans, CEO Maxindo Moto selaku distributor dan importir BMW Motorrad, Indonesia adalah negara yang memberlakukan PPnBM paling tinggi untuk kendaraan moge dibanding negara negara ASEAN lainnya.

Efek hal ini serius. Selain bikin harga ritel melambung dan membatasi penjualan di dalam negeri, iklim investasi oleh pabrikan moge pun akhirnya tertutup rapat.

“Selebihnya tidak ada fungsi, karena tidak memproteksi industri lokal tetapi justru kita kehilangan potensi income pariwisata dari penggemar-penggemar moge,” tutur Joe memprediksi.

Disambut Positif

Maka itu, kebijakan baru disambut positif karena terasa bagai angin segar di tengah lesunya pasar moge.

Menurut Sahat Manalu, Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, jika harga moge Harley Davidson yang dijuaalnya bisa turun berkat terbitnya kebijakan baru, maka akan sangat mendongkrak penjualan moge di Indonesia dan akhirnya berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi bangsa.

Namun, ia sendiri mengaku belum bisa memastikan apakah harga moge akan turun. “Tergantung importirnya,” ucapnya.

Baca juga

Berlaku 2 Tahun Lagi

Kendati demikian, sesuai pernyataan dalam PP 73/2019, PPnBM 95 persen untuk moge masih bakal berlaku dua tahun lagi. Tepatnya pada 16 Oktober 2021.

Lalu, untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin 250-500cc pajaknya masih belum berubah dari aturan lama yang tertera dalam PP 22/2014 yakni sebesar 60 persen. Sementara motor di bawah 250 cc tetap bebas PPnBM. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan