Mobil, Motor, News

Lalai Bayar Denda Tilang Elektronik, STNK Dianggap Mati

STNK diblokir

Kawan Parjo yang lalai mengonfirmasi maupun membayar denda tilang elektronik, musti bersiap dengan konsekuensi STNK diblokir. Ini berarti STNK dianggap mati, dan tentu ada konsekuensi lanjutannya.

Ketentuan pemblokiran itu sebetulnya sudah diwanti-wanti Dirlantas Polda Metro Jaya sejak pemberlakuan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) beberapa waktu lalu.

Namun, masih ada saja pengendara nakal yang nyatanya menunda bahkan abai membayar denda elektronik. Gak tau atau lupa, ya?

Baca juga

Tenggat Waktu Pemblokiran STNK

Skema pembayaran denda tilang elektronik berlaku sejak pemilik kendaraan mengonfirmasi pelanggaran dan kepemilikan kendaraan ke polisi. Temponya 5 hari setelah menerima pemberitahuan dari kepolisian.

Konfirmasi bisa dilakukan lewat www.etle-pmj.info atau aplikasi. Bisa juga mengirimkan blanko yang diterima ke posko ETLE Polda Metro Jaya.

Usai mengonfirmasi, polisi akan mengirimkan surat tilang dan pemilik kendaraan akan menerima kode pembayaran virtual. Tenggat waktu pembayarannya 7 hari.

Jika pembayaran lewat batas waktu, maka kendaraan otomatis diblokir.

surat konfirmasi tilang elektronik
contoh surat konfirmasi tilang elektronik

Diblokir = STNK Mati

Sebagaimana ditegaskan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar, STNK diblokir akibat lalai bayar denda tilang, berarti kendaraan itu dianggap gak punya surat-surat yang sah. Istilahnya mobil bodong karena STNK kendaraan dalam keadaan mati.

Gak tanggung-tanggung, pengendara yang telat bayar denda juga gak bisa bayar pajak ataupun memperpanjang STNK.

Konsekuensi STNK Mati

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, STNK mati usai diblokir pun ternyata masih punya konsekuensi lanjutan.

Meski masih menuai perdebatan, polisi sejatinya punyak hak untuk menilang pengendara yang STNK-nya mati atau tidak berlaku atau tidak sah.

Ketentuannya mengacu pada Pasal 288 ayat 1 jo Pasal 106 ayat 5a Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Isinya menyebut, Setiap kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi dengan STNK atau STCK yang ditetapkan Polri (tidak sah) didenda maksimal Rp500.000 atau pidana kurungan paling lama 2 bulan.

Baca juga

Mengaktifkan STNK

Kabar baiknya, STNK yang diblokir bisa diaktifkan lagi asalkan pengemudi yang melanggar lalu lintas sudah membayar denda tilang sesuai dengan jenis pelanggarannya.

Maka itu, Kawan Parjo yang melakukan pelanggaran dan sudah mendapat kiriman surat beserta bukti tilang elektronik, segera bayar denda dan jangan ditunda! (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan