Komunitas, Kustom, Motor, News

Modifikasi Motor Sport Kini Sepi Peminat

modifikasi motor sport

Booming motor matik di awal tahun 2000an rupanya terus menggeser kehadiran motor sport 250 cc. Bukan cuma peminatnya yang kian menurun, tren modifikasi motor sport pun kini mulai meredup.

Hal itu diakui Sofyan Hadi, pemilik perusahaan EO Adi Pro, yang mengurus banyak kontes modifikasi dan motor kustom di Indonesia.

“Peserta modifikasi untuk motor-motor sport full fairing 250 cc mulai sepi. Sekarang ini, rata-rata sudah beralih ke dunia custom,” ujar Adi, sapaan akrabnya.

Baca juga

Penurunan Signifikan

Menilik data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, penjualan motor sport memang terus mengalami penurunan signifikan setidaknya sejak 5 tahun terakhir.

Pada 2013-2014, motor sport memberi kontribusi tertinggi dari total penjualan sepeda motor nasional, dengan market share 14,2 dan 14 persen. Artinya saat itu terjual lebih dari 1 juta unit selama satu tahun.

Namun, prestasi itu justru terkubur 2 tahun belakangan.

Pada 2018, penjualan motor sport tinggal 7,5 persen dari total market. Ini menjadi catatan terendah sejak 10 tahun terakhir.

Lalu meski belum lengkap, gambaran data penjualan di dua bulan pertama 2019 lebih parah lagi. Motor sport cuma terjual 70.460 unit, atau berkontribusi 6,4 persen.

Jelas terpaut jauh bila dibandingkan dengan motor matik yang di periode awal 2019 saja penjualannya mencapai 954.523 unit.

Baca juga

Alasan Sepi Peminat

Menurut Adi, orang cenderung beralih ke motor matik karena fungsinya. Alih-alih menyasar kepentingan khusus, matik bisa dipakai sehari-hari sekaligus memenuhi gaya hidup.

Hal ini pula yang jadi alasan tren modifikasi motor sport sepi peminat.

Adi bilang, dulu masih banyak orang yang memodifikasi motor khusus untuk ikut kontes. Namun, sekarang orang lebih cenderung memodifikasi motor untuk dipakai, seperti sunmori (Sunday Morning Ride).

Itu sebabnya kontes modifikasi saat ini lebih didominasi motor matik. Apalagi matik bongsor, seperti Honda PCX 150 dan Forza, serta Yamaha Lexi, NMAX, dan XMAX.

“Kalau dulu, peserta di kelas Racing Look atau Sport Advance bisa sampai 50 motor. Sekarang, paling hanya 15 motor saja. Sudah banyak yang beralih ke dunia custom,” ujar Adi.

Perbandingan Adi dibenarkan Andi Akbar, builder Katros Garage yang akrab disapa Atenk.

Kata dia, banyak konsumennya yang belakangan menyerahkan motor sport 250 cc untuk dikustom dan rela meninggalkan fairing motornya.

“Rata-rata motornya ingin diubah bergaya tracker atau scrambler,” pungkas Atenk. (oya/man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan