Mobil, Motor, News, Tips

Waspada Tipon, Ini Modus dan Solusi Penipuan Kendaraan Murah

Maraknya Tipon atau tipuan online yang beraksi menawarkan harga kendaraan murah maupun kredit lunak patut diwaspadai.

Pasalnya, modus para penipu ini semakin banyak dan kerap berhasil mengelabui sekaligus merugikan konsumen. Seperti apa modusnya, dan bagaimana solusi andai tertipu?

Baca juga

Membelokkan Kata

Paling sering, konsumen tertipu karena memaklumi bahwa kendaraan seken pasti murah.

Apalagi jika penawaran harganya gak terlalu mencurigakan semisal gak terpaut jauh dari pasaraan seken normal.

Padahal, saat berbelanja online, kalo gak disimak atau gak ngerti isi penawarannya, boleh jadi malah tertipu istilah penjualan yang membelokkan kata.

Maka itu, pahami juga istilah tertentu semisal “STNK only”, “lengkap faktur nempel, pajak lelap”, atau PLN Off.

STNK only berarti kendaraan gak dilengkapi BPKB ataupun faktur, dan biasanya bermasalah cicilan kreditnya.

Sementara Pajak lelap artinya pajak tahunannya sudah mati lama, dan PLN Off merupakan akronim dari Pelat Nomor Off, yang berarti pelat nomor atau kalengnya sudah habis masa berlaku.

Kalo sampai terjebak membeli, Kawan Parjo musti bersiap keluar biaya banyak untuk menghidupkan pelat nomor mati.

Catut Nama

Satu lagi modus anyar, adalah mencatut nama perusahaan jual beli kendaraan bekas atau lembaga pembiayaan tertentu supaya kelihatan lebih bonafit.

Tipon kendaraan murah serupa ini banyak beredar di media sosial. Salah satunya pernah viral dengan mencatut nama Adira Finance di Facebook pada tahun 2018.

Hasil gambar untuk tipuan online jual beli kendaraan murah"

Jarang Dilaporkan

Menurut Kasubdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol. Kurniadi, kasus tipon adalah yang paling banyak dalam kejahatan siber di Indonesia.

Sayang, “Kita hanya tahu ini laporan yang diadukan. Banyak kejadian penipuan yang tidak terdata,” ujarnya.

Baca juga

Solusi Tipon

Selain lebih jeli soal tawaran penjualan, ada solusi untuk Kawan Parjo yang telanjur tertipu modus Tipon kendaraan murah.

Pertama, segera kunjungi situs ‘Patroli Siber’ yang resmi diluncurkan Dittipidsiber Bareskrim Polri bulan Agustus lalu.

Tujuan adanya situs ini tak lain untuk memudahkan pengaduan masyarakat terkait tindak pidana siber termasuk kasus Tipon.

Intinya, begitu sadar tertipu segera laporkan. Pelaporan ini juga akan membantu tiap satuan wilayah kepolisian untuk saling terkoneksi dan bisa secepatnya mengungkap kasus tindak pidana siber.

Kedua, segera blokir rekening bank.

Seandainya Kawan Parjo mencium aroma penipuan tapi sudah telanjur menransfer dana pembelian, memblokir rekening bank tujuan mungkin bisa membantu.

Prosedurnya gak sulit. Korban secepatnya melapor polisi untuk meminta pemblokiran nomor rekening, dengan melampirkan bukti penipuan berupa pesan sms atau whatsapp serta bukti transfer.

Setelahnya datangi bank tempat transaksi berlangsung, laporkan masalahnya, dan proses selanjutnya akan dtangani pihak bank. (oya/man)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *