Motor

Di Zamannya, 3 Ayago 2-Tak Ini Bukan Kaleng-Kaleng

Mesi saat ini motor skutik tengah moncer penjualannya mengalahkan motor-motor bebek. Namun pada era 80 hingga 90-an ada jajaran motor-motor bebek yang top dan jadi konsumsi para bikers.

Beberapa di antaranya merupakan model ‘ayam jago’ atau biasa dikenal dengan sebutan ‘Ayago’ yang jadi jagoan anak-anak muda pada masa itu.

Baca juga

Honda Tena

Honda Tena memang kondang di pertengahan tahun 90-an. Motor ini memang tak secara resmi masuk Indonesia, tapi cukup dikenal karena dipakai di arena balap roadrace tingkat Asia Tenggara.

Tak sedikit anak muda Indonesia dari kalangan borju yang nekat mengimpor motor ini melalui layanan importir umum (IU) buat modal tongkrongan.

Tentunya hal itu beralasan, mengingat Honda Tena banyak dipakai para pebalap Thailand dan Malaysia. Pun akhirnya merajai balap motor nasional pada 2002.

Honda Tena yang masih dalam DNA Honda Nova saat itu memiliki beberapa model, yakni Tena S, Tena R, dan Tena RS.

Tena S hadir dengan kopling otomatis, Tena R berkopling manual, dan Tena RS berkopling manual dengan close ratio.

Yamaha Champ

Pabrikan Jepang lain yakni Yamaha juga punya ayago 2-tak yang gak kalah top. Namanya Yamaha Champ yang hadir di Indonesia pada akhir tahun 80-an atau awal 90-an.

Yamaha Champ mengambil basis dari Yamaha Alfa, ya kafena pada beberapa detailnya terlihat sama. Seperti buritan spakbor belakang, dan dek tulang tengah.

Karena resmi masuk Indonesia, anak muda zaman sekarang penggila ayago klasik tentunya cukup beruntung buat yang ortunya pernah beli model ini.

Tak heran, jika kita melihat motor ini masih cukup terawat berkeliaran di jalan di tengah dominasi motor matik,

Yamaha Champ menerapkan suspensi teleskopik ala motor batangan, serta dilengkapi dengan rem cakram depan. Jadi, buat nge-gas juga gak masalah.

Baca juga

Suzuki RC Sprinter

Suzuki RC Sprinter melucur pada 1988 yang merupakan cikal bakal Suzuki RK Cool 125. Saat ini generasi penerusnya adalah Satria F150.

RC Sprinter mengusung mesin 2-tak berkapasitas 100 cc dengan pendingin udara. Suspensi depan motor ini mengusung model teleskopik dan suspensi ganda pada bagian belakang.

Soal pengereman masih mengandalkan teromol pada ban depan dan belakang.

Karena populasinya tak banyak, tak heran saat ini motor ini jadi buruan kolektor. (man)

Related Posts

Tinggalkan Balasan